Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penyanyi Denada akhirnya buka suara dan mengakui bahwa Ressa Rizky Rosano adalah anak kandungnya. Dia pun meminta maaf kepada Ressa atas tindakannya tidak mengasuh dan membesarkan Ressa secara langsung.
Denada mengungkapkan alasan kenapa dirinya tidak mengasuh dan membesarkan Ressa sejak bayi, tapi justru dititipkan ke Ratih, bibi Denada. Dia mengaku tidak siap secara mental untuk mengasuh anak pada saat itu.
”Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” kata Denada dalam video unggahannya di Instagram.
Denada mengakui selama ini dirinya merahasiakan ke Ressa bahwa dia adalah ibu kandungnya. Dia pun meminta maaf atas perbuatan yang telah dia lakukan.
”Saya juga minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini setelah sekian lama, baru saat ini saya memberi tahu Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf,” ungkapnya.
Denada menaruh harapan besar agar Ressa Rizky Rosano dapat memaafkan kesalahannya dan mau menerima dirinya sebagai seorang ibu yang telah melahirkannya.
”Saat ini saya hanya bisa berdoa dan hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya ibu kandungnya dengan segala kekurangan saya,” ungkapnya.
Dalam video itu, Denada menyampaikan permohonan maaf kepada mendiang ibunya, Emilia Contessa. Tak hanya itu, Denada juga memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan yang telah dia lakukan.
”Semoga Allah mengampuni semua dosa dan khilaf saya. Amin Ya Rabbal Alamin,” tandasnya.
Diketahui, Denada digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi Jawa Timur oleh Ressa Rizky Rosano terkait perbuatan melawan hukum penelantaran anak. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 288/Pdt.G/2025/PN.Byw.
Denada didugat oleh Ressa dengan angka cukup besar sekitar Rp 7 miliar. Kasus tersebut masih bergulir di pengadilan sampai sekarang. (***)
Reporter : JP Group
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI