Buka konten ini

PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak, dipastikan akan memindahkan kegiatan produksinya dari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ke Kendal, Jawa Tengah.
Langkah tersebut diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus membuka peluang yang lebih besar di pasar domestik. Meski demikian, perusahaan menegaskan relokasi itu tidak dimaksudkan untuk meninggalkan sejarah dan keterikatan Teh Prendjak dengan Tanjungpinang.
Keputusan ekspansi ke Pulau Jawa itu sekaligus menjadi kritik terhadap minimnya perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam membangun iklim usaha yang kondusif bagi pengusaha lokal. Kondisi tersebut dinilai belum mampu mendorong percepatan ekonomi maupun menarik investasi baru.
Regional Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, berharap Pemko Tanjungpinang dapat lebih serius memberikan perhatian kepada pengusaha lokal dan pelaku UMKM.
“Kami berharap Tanjungpinang bisa lebih perhatian kepada pengusaha lokal dan UMKM agar perekonomian bisa bergerak lebih cepat. Dengan begitu, investor dari luar juga tidak ragu menanamkan modal di Tanjungpinang,” kata Mustardi, Senin (2/2).
Ia menegaskan, keputusan melakukan ekspansi ke Pulau Jawa bukanlah hal yang mudah bagi perusahaan. Namun, relokasi pabrik dinilai perlu untuk mendekatkan lokasi produksi dengan sumber bahan baku serta pasar yang lebih besar.
Relokasi pabrik ke Kendal, Jawa Tengah, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, terutama dalam pengadaan bahan baku seperti daun teh dan kemasan, sekaligus memperluas jangkauan pasar ke wilayah Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur.
“Kami juga mengapresiasi sejumlah daerah seperti Tembilahan, Pontianak, dan Pekanbaru yang sangat mendukung kami hingga menjadi market leader di sana,” tambahnya.
Menanggapi rencana tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyatakan tidak terlalu mempersoalkan kepindahan pabrik Teh Prendjak. Menurutnya, relokasi dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Bahan baku mereka rata-rata juga dari Jawa, jadi wajar jika membuka pabrik di sana,” ujar Lis.
Meski demikian, Lis mengakui kepergian pabrik Teh Prendjak akan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.
Karena itu, Pemko Tanjungpinang tengah berupaya mencari peluang kerja baru guna menggantikan kesempatan kerja yang hilang akibat relokasi tersebut.
“Kami berupaya mencarikan lapangan pekerjaan baru untuk menggantikan kesempatan kerja yang dihentikan,” pungkas Lis. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY