Buka konten ini

LINGGA (BP) – Insiden kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Lingga. Kali ini, kebakaran melanda dua titik secara bersamaan di wilayah Kecamatan Singkep Barat, Sabtu (31/1), dan menghanguskan sekitar 15 hektare kebun karet dan kebun pinang milik warga.
Komandan Regu (Danton) Damkar Lingga Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 10.30 WIB.
“Iya benar. Pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, kami mendapat laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran di dua titik di wilayah Kecamatan Singkep Barat,” ujar Ikmal, Minggu (1/2).
Adapun titik kebakaran pertama berada di kawasan Simpang Mangu hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Sementara titik kedua berada di Jalan Marok Tue.
“Untuk titik pertama, sekitar tujuh hektare kebun karet dan kebun pinang hangus terbakar. Sedangkan di titik kedua, sekitar delapan hektare kebun karet dan kebun pinang juga terbakar,” ujarnya.
Ikmal mengungkapkan, proses pemadaman api sempat mengalami kendala lantaran Damkar Lingga hanya memiliki satu unit mobil pemadam, sementara kebakaran terjadi di dua lokasi secara bersamaan.
“Beruntung kami dibantu oleh BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat sekitar. Sekitar enam jam kami berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Alhamdulillah, api akhirnya berhasil dipadamkan,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber api yang menghanguskan belasan hektare lahan kebun milik warga tersebut.
“Penyebabnya belum kami ketahui. Saat kejadian, fokus utama kami adalah memadamkan api terlebih dahulu,” ucap Ikmal.
Damkar Lingga pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau disertai angin kencang.
“Kalau membakar lahan atau sampah harus dijaga agar api tidak membesar. Saat membuang puntung rokok juga pastikan apinya benar-benar mati,” ujarnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY