


Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut.


Sepekan terakhir Januari 2026 menjadi potret dinamika Kota Batam yang bergerak cepat, namun di saat bersamaan diuji oleh berbagai persoalan. Dari layanan dasar, keselamatan warga, hingga keamanan pangan, sejumlah peristiwa hadir bersamaan dan menyita perhatian publik.
Isu pelayanan dasar kembali mengemuka ketika Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan ultimatum kepada pengelola air bersih agar menjamin distribusi air selama 24 jam. Keluhan warga yang berulang menjadi sinyal kuat bahwa akses air bersih masih menjadi kebutuhan mendasar yang menuntut pembenahan serius.
Di ruang publik dan lalu lintas, sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Raja Ali Kelana, Batam Center, Rabu (28/1). Satu unit mobil dilaporkan terperosok ke parit di sisi jalan. Insiden ini sempat menghambat arus lalu lintas dan mengundang perhatian warga sekitar, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkendara serta kondisi infrastruktur jalan yang aman.
Sorotan kemudian bergeser ke wilayah laut. Sebuah kapal angkut limbah kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kamis (29/1). Menyikapi potensi pencemaran, KSOP Khusus Batam segera memasang oil boom untuk mencegah meluasnya sebaran limbah ke pesisir. Hingga akhir pekan, penyebab kandasnya kapal masih dalam proses penyelidikan, sementara langkah mitigasi lingkungan terus dilakukan.
Masih di sektor maritim dan pengawasan, Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ton daging ilegal yang didatangkan dari luar negeri. Upaya penyelundupan ini dinilai berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak melalui pemeriksaan karantina dan standar keamanan pangan. Pengungkapan kasus ini menegaskan ketatnya pengawasan aparat terhadap jalur masuk barang ilegal di wilayah kepulauan seperti Batam.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, kabar positif datang dari sektor ekonomi. Realisasi investasi Batam sepanjang 2025 dilaporkan melampaui target, didorong oleh masuknya investasi asing di sektor teknologi tinggi dan industri strategis. Capaian ini menjadi penopang optimisme pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
Sementara itu, dinamika sosial masyarakat tetap berjalan. Sejumlah calon jamaah haji Batam melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji tahap II, meski masih harus menunggu kepastian kuota. Di lingkup pemerintahan, Pemko Batam juga bersiap melantik sejumlah pejabat OPD, dengan satu posisi masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri.
Sepekan ini, Batam tampil sebagai kota yang terus diuji dari berbagai sisi: layanan publik, keselamatan, lingkungan, hingga keamanan pangan. Namun di balik itu, roda ekonomi dan aktivitas masyarakat tetap bergerak, membentuk mozaik kehidupan Batam di penghujung Januari 2026. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM