Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Pintu Masuk Diperketat, Antisipasi Risiko Virus Nipah

BATAM (BP) – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan masyarakat, termasuk kemungkinan masuk dan penyebaran Virus Nipah.

Kepala BBKK Batam, Ahmad Hidayat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kesiapsiagaan petugas serta memperkuat sistem pengawasan kesehatan, khususnya di pelabuhan internasional yang menjadi titik keluar-masuk penumpang.

“Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko kesehatan selama perayaan Imlek, kami telah menyiapkan langkah-langkah pengawasan dan pelayanan kesehatan di pintu masuk wilayah,” ujar Ahmad Hidayat saat dikonfirmasi Batam Pos, Sabtu (31/1).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembentukan posko pelayanan dan pengawasan Imlek di sejumlah pelabuhan. Posko ini berfungsi sebagai pusat respons cepat terhadap potensi kejadian kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Selain itu, BBKK Batam juga meningkatkan pengawasan kesehatan penumpang melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner. Pemeriksaan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular.

Pengawasan tidak hanya dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi juga melalui pemantauan gejala penyakit menggunakan sistem kewaspadaan dini nasional, All Indonesia. Melalui sistem tersebut, petugas melakukan penelusuran riwayat perjalanan serta riwayat kesehatan penumpang guna meningkatkan kewaspadaan.

“Pengawasan kesehatan terus kami tingkatkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuk dan penyebaran Virus Nipah. Kami memastikan petugas siaga dan sistem deteksi dini berjalan optimal,” katanya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan lanjutan, BBKK Batam juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut meliputi penyusunan alur penanganan dan evakuasi penumpang yang terindikasi terpapar, serta penetapan rumah sakit rujukan.
“Seluruh prosedur penanganan sudah dipahami bersama agar respons dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai ketentuan,” jelas Ahmad Hidayat.

Ia menambahkan, BBKK Batam telah menerima arahan untuk terus meningkatkan pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempersiapkan logistik yang dibutuhkan dalam penanganan potensi kasus Virus Nipah.
“Kewaspadaan akan terus kami tingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah risiko masuk dan penyebaran penyakit, khususnya saat mobilitas masyarakat meningkat pada momentum Imlek,” pungkasnya. (*)

Reporter : Azis Maulana
Editor : Jamil Qasim