Buka konten ini
BATAM (BP) – Kenaikan harga beras di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kepri. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif agar lonjakan harga tidak berujung pada inflasi maupun kelangkaan bahan pokok.
Nyanyang mengakui, harga beras di Kepri mulai menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Kepri langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog, guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasaran.
“Di Kepri ini harga beras sudah mulai merangkak naik. Ini tidak boleh dibiarkan. Kemarin saya sudah rapat koordinasi, termasuk dalam forum business matching. Jangan sampai nanti beras menjadi penyumbang inflasi atau bahkan terjadi kelangkaan,” ujar Nyanyang, Jumat (30/1).
Menurutnya, Bulog akan menjadi garda terdepan dalam pengendalian harga beras. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah akan segera melakukan intervensi melalui operasi pasar maupun penyaluran cadangan beras pemerintah.
“Kami akan mengontrol bersama Bulog. Kalau memang diperlukan, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, B2KH, serta perangkat daerah terkait lainnya agar persoalan beras ini tidak berdampak luas,” katanya.
Selain beras, Pemprov Kepri juga menyoroti harga komoditas pangan lain, salah satunya ayam, yang dinilai masih relatif tinggi. Kondisi tersebut, kata Nyanyang, berpotensi menekan daya beli masyarakat dan harus segera diantisipasi.
“Termasuk ayam yang harganya masih mahal. Ini juga menjadi fokus kami. Pemerintah harus hadir,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, Pemprov Kepri menyiapkan penguatan ketahanan pangan berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Koperasi tersebut akan didorong untuk terlibat langsung dalam produksi pangan, termasuk sektor peternakan ayam.
“Nanti pemerintah akan membangun dan mendorong peternakan ayam. Koperasi Merah Putih di masing-masing desa akan berperan dalam memelihara dan mengelola ayam. Program ini dilakukan di seluruh Kepri,” jelas Nyanyang.
Sebelumnya, Perum Bulog Batam memastikan pasokan beras segera masuk ke Kepri. Pimpinan Bulog Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan pengiriman 1.250 ton beras premium asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berjalan pada akhir Januari 2026.
Rinciannya, 1.000 ton untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun. Saat ini, Bulog masih menunggu ketersediaan kapal pengangkut. “Target saya sebelum akhir bulan sudah masuk,” ujar Guido.
Ia menjelaskan, keterbatasan kapasitas kapal membuat pengiriman dilakukan bertahap. Meski demikian, Bulog memastikan stok beras di Kepri tetap aman hingga Maret 2026. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK