Buka konten ini

MELBOURNE (BP) – Aryna Sabalenka menempati peringkat satu dunia selama 67 pekan berturut-turut sejak 21 Oktober 2024. Petenis 27 tahun itu juga telah mengoleksi empat gelar grand slam, dengan dua diantaranya diraih di Australian Open (AO).
Namun, status tersebut tidak menjamin Sabalenka bisa menang mudah dalam laga final Australian Open 2026 di Melbourne Park hari ini (31/1). Sebab, dia akan menghadapi Elena Rybakina, lawan yang sudah beberapa kali menjegalnya di laga penentu.
Selama empat kali bertemu di final, Sabalenka baru menang sekali lawan Rybakina. Itu pun terjadi di kesempatan pertama, final Australian Open 2023. Sedangkan tiga final berikutnya di Indian Wells 2023, Brisbane 2024 dan WTA Finals 2025 selalu berakhir dengan kekalahan.
Lupakan Memori 2023
Sabalenka menyadari jika rivalitas dia dan Rybakina telah jauh berkembang sejak final di Melbourne tiga tahun lalu. “Kami telah melalui banyak pertarungan dan final yang tak terlupakan. Dia dan saya adalah pemain yang berbeda dari final 2023,” kata Sabalenka dikutip dari Punto de Break.
Petenis Belarus itu menegaskan bahwa dia tidak ingin terjebak pada memori manis final AO 2023, yang kebetulan jadi tempat dia meraih gelar grand slam pertama. “Kami lebih kuat secara mental dan fisik, dan sekarang kami bermain tenis dengan lebih baik. Saya akan menghadapi pertandingan ini sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda,” lanjut Sabalenka.
Kepercayaan Diri Rybakina
Di sisi lain, Rybakina datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi. Sebab, baru dua bulan lalu dia mampu mengalahkan Sabalenka 6-3, 7-6(0) di final WTA Finals 2025. Tie-break 7-0 pada set kedua menjadi kekalahan tanpa poin pertama Sabalenka dalam tie-break sepanjang kariernya.
Rekor apik itu jadi modal bagi Rybakina memburu grand slam keduanya setelah Wimbledon 2022. “Turnamen WTA Finals memberi saya banyak kepercayaan diri,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO