Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Antrean pembelian BBM subsidi jenis solar kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang. Fenomena ini diduga dipicu tinggi permintaan belakangan ini.
Pantauan Batam Pos, antrian panjang terlihat sejak pagi hari, terutama di SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan Jalan D.I. Panjaitan Batu 7.
Beberapa kendaraan, termasuk lori, mengantre hingga ke bahu jalan. Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Pengawas SPBU RHF, Aziz, mengatakan antrean panjang terjadi akibat tingginya aktivitas kendaraan pengguna solar, seperti lori tangki air bersih dan lori pengangkut tanah timbunan.
“Dalam sehari kita bisa menghabiskan 4 KL (kiloliter). Belakangan pembelian meningkat, mungkin karena khawatir ketersediaan terbatas,” kata Aziz, Jumat (30/1).
Sementara itu, pengawas SPBU Jalan D.I. Panjaitan Batu 7, Yogi, menilai antrean panjang termasuk kondisi wajar. Menurutnya, antrean sebagian besar didominasi kendaraan angkutan barang dan mobil pengangkut air bersih yang rutin mengisi solar.
“Kondisinya masih normal. Kalau benar-benar padat, antrean bisa sampai ke tikungan lampu merah. Saat ini belum sampai tahap itu,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang melalui Riany menyatakan antrean panjang disebabkan musim kemarau dan kegiatan pembangunan yang meningkat. “Iya, karena kemarau dan adanya pembangunan yang mulai berjalan,” tegas Riany.
Meski demikian, ia memastikan pasokan solar di Tanjungpinang masih aman. Rata-rata SPBU mendapatkan kuota solar antara 2–4 KL, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : Gustia Benny