Buka konten ini

TOKYO (BP) – Jumlah pekerja asing di Jepang mencapai rekor tertinggi baru, melampaui 2,57 juta orang hingga akhir Oktober lalu, menurut data pemerintah yang dirilis, Jumat (30/1) dan capaian tersebut memecahkan rekor selama 13 tahun berturut-turut, di tengah krisis tenaga kerja yang dihadapi Jepang.
Total pekerja asing tercatat sebanyak 2.571.037 orang, meningkat 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pekerja asal Vietnam menjadi kelompok terbesar dalam jumlah tersebut.
Data ini dirilis di tengah masa kampanye pemilihan anggota Majelis Rendah (DPR Jepang) pada 8 Februari, yang turut menyoroti isu integrasi warga asing. Perhatian publik mengarah pada upaya memperketat aturan penerimaan pekerja asing sekaligus mendorong kohesi sosial.
Jumlah tempat kerja yang mempekerjakan warga negara asing juga mencatat rekor tertinggi, mencapai 371.215 lokasi, naik 8,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat usaha kecil dengan kurang dari 30 karyawan menyumbang 63,1 persen dari total tersebut.
Berdasarkan sektor usaha, industri manufaktur menempati posisi teratas dengan 635.075 pekerja asing atau sekitar 24,7 persen dari keseluruhan. Posisi berikutnya ditempati sektor jasa non-makanan dan minuman dengan 391.946 pekerja.
Sektor kesehatan dan kesejahteraan, termasuk perawatan jangka panjang, mencatat pertumbuhan tertinggi, meningkat 25,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah pemegang visa Pekerja Berketerampilan Spesifik, yang memungkinkan tenaga kerja asing bekerja di sektor-sektor dengan kekurangan tenaga kerja, meningkat 38,3 persen menjadi 286.225 orang.
Dari sisi kewarganegaraan, pekerja asal Vietnam mendominasi dengan 605.906 orang atau 23,6 persen dari total. Posisi berikutnya ditempati pekerja asal China sebanyak 431.949 orang atau 16,8 persen, disusul Filipina dengan 260.869 orang atau 10,1 persen. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY