Buka konten ini

BANYAK program pelangsingan instan non-bedah yang ditawarkan, terutama untuk menyingkirkan lemak di perut dan pinggang. Meski menjanjikan hasil cepat, pakar menekankan, cara aman dan efektif untuk mengatasi lemak visceral hanya ada dua: sedot lemak dan tummy tuck.
Sedot lemak dilakukan melalui sayatan kecil di pusar untuk menyedot lemak, sementara tummy tuck memerlukan sayatan lebih panjang di garis bikini. Selain mengangkat lemak, prosedur ini juga sekaligus menyingkirkan kulit perut yang menggelambir pasca penurunan lemak.
Lemak Visceral Melindungi Organ
Lemak visceral bukan semata lemak yang perlu dibuang. Lemak ini berfungsi sebagai bantalan pelindung organ di rongga perut. Namun, bila jumlahnya berlebihan, bisa memadat dan menimbulkan risiko kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker organ perut.
Lemak visceral yang berlebih juga mengganggu kerja insulin, memicu resistensi insulin, dan menyebabkan gula darah tetap tinggi. Kondisi inilah yang memicu diabetes tipe 2.
Cara Aman Mengurangi Lemak Visceral
Damien Evans, personal trainer bersertifikat (CPT) asal Amerika Serikat, menyebutkan, “Ada tiga cara efektif: menata nutrisi, jalan kaki secara teratur, dan latihan beban.
Pengalaman saya menangani ratusan klien membuktikan, cara ini hasilnya bertahan lama.”
Penelitian pada wanita pascamenopause menunjukkan, berjalan santai 5,4 km per jam membakar lebih banyak lemak visceral dibanding berjalan cepat 6,6 km per jam. Aktivitas ringan ini dipilih karena mudah dilakukan pemula dan mereka yang kurang aktif secara fisik. “Jalan kaki bisa dilakukan setiap hari, sehingga lebih mudah dijaga konsistensinya,” kata Erica Friedman, NASM-CPT, CPPC, PCES.
Untuk hasil lebih maksimal, latihan otot diperlukan. Uji coba terkontrol pada 2021 menunjukkan kombinasi latihan kardio dan beban menurunkan lemak visceral lebih efektif.
Gabungan Tiga Metode
Secara ringkas, metode paling efektif menyingkirkan lemak visceral adalah: pertama, menurunkan asupan kalori; kedua, rutin jalan kaki atau latihan kardio; ketiga, membangun massa otot. Kombinasi ini meningkatkan sensitivitas insulin, membantu pengendalian gula darah, dan menjaga regenerasi sel tubuh.
“Lakukan latihan beban minimal dua kali seminggu. Tidak perlu alat berat, tubuh sendiri bisa menjadi beban, misalnya melalui push-up atau squat,” ujar Damien dan Jamie Martinez, CPT.
Gaya hidup aktif penting untuk mencegah akumulasi lemak visceral. Konsumsi cukup protein dan serat dapat membuat kenyang lebih lama, mengurangi kebiasaan ngemil. Kualitas tidur juga berpengaruh: mereka yang kurang tidur cenderung memiliki lemak visceral lebih banyak.
Dengan kombinasi nutrisi tepat, aktivitas fisik teratur, dan tidur cukup, lemak visceral bisa dikendalikan tanpa harus tergoda program instan yang menjanjikan hasil cepat. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO