Buka konten ini

LINGGA (BP) – Harga sejumlah barang elektronik di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mulai merangkak naik. Kondisi ini dipicu terhentinya pasokan barang dari Kota Batam, sehingga para pedagang terpaksa mengambil suplai dari Provinsi Jambi dengan harga lebih mahal dan dikenai pajak sebesar 12 persen.
Tak hanya kebutuhan pokok, kenaikan harga juga terjadi pada berbagai produk elektronik. Selama ini, pedagang di Dabo Singkep mengandalkan pasokan dari Batam yang masih satu provinsi dengan Kabupaten Lingga dan memiliki harga relatif lebih murah.
Namun, sejak pasokan dari Batam terhenti, pedagang elektronik terpaksa mengambil barang dari Jambi dengan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Batam.
Hari, salah satu pedagang elektronik di Dabo Singkep, mengaku kesulitan mendapatkan barang dengan harga terjangkau akibat kondisi tersebut.
“Sekarang agak sulit. Barang semuanya masuk dari Jambi dengan pajak 12 persen dari harga beli di sana. Untuk barang elektronik dengan harga beli Rp3 juta ke atas, kenaikannya cukup tinggi,” ujar Hari saat dikonfirmasi, Kamis (29/1).
Ia menyebutkan, sejumlah barang elektronik mengalami kenaikan harga signifikan, terutama kulkas dan televisi pintar.
“Biasanya Smart TV ukuran 43 inci kita jual Rp3,3 juta, sekarang sudah hampir Rp4 juta. Kulkas yang dulu dijual sekitar Rp3,5 juta, sekarang tembus Rp5 juta lebih,” jelasnya.
Selain harga yang terus naik, Hari mengaku tidak berani memesan barang dalam jumlah besar karena daya beli masyarakat yang semakin menurun.
“Ditambah lagi kondisi cuaca dan ombak laut yang tidak baik. Beberapa waktu lalu, kapal yang membawa barang kami dari Jambi mengalami kecelakaan laut dan tenggelam,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi ini membuat sejumlah toko elektronik di Dabo Singkep mulai kehabisan stok barang.
“Saat ini stok barang lama saja susah habis. Kami masih menunggu pasokan yang belum juga masuk sampai hari ini. Kemungkinan sekitar satu minggu lagi barang baru tiba di Dabo, itu pun kalau cuaca bagus,” ujar pedagang lainnya.
Hari berharap pasokan barang dari Kota Batam dapat kembali berjalan normal agar harga jual barang elektronik di Kabupaten Lingga kembali stabil dan terjangkau masyarakat.
“Apalagi kondisi ekonomi saat ini sedang sulit dan lapangan kerja juga minim. Semoga ke depan barang dari Batam bisa masuk kembali ke Lingga,” tutupnya. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : Gustia Benny