Buka konten ini

ATHENA (BP) – AS Roma seperti duta Italia di Liga Europa. Dalam empat edisi terakhir, klub berjuluk Giallorossi tersebut sekali menembus final (runner-up), dua kali semifinalis, dan sekali ke babak 16 besar. Reputasi itulah yang harus dijaga musim ini.
Jelang matchday pemungkas fase league, AS Roma masih belum memastikan tiket lolos 16 besar. Bryan Cristante dkk bakal menentukannya saat menghadapi tuan rumah Panathinaikos di Olympic Stadium, Athena, dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 2/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB).
AS Roma menjadi satu-satunya klub Serie A yang masih berpeluang lolos 16 besar. Itu karena Bologna FC masih tercecer di peringkat ke-15. Jelang matchday pemungkas fase league, hanya pemuncak klasemen Olympique Lyon dan peringkat kedua Aston Villa yang sudah mengunci tiket 16 besar.
Menunggu Hasil Pesaing
Kemenangan akan memastikan AS Roma mengunci slot delapan klub yang otomatis ke 16 besar. Meski, seri juga masih memungkinkan Giallorossi finis delapan besar, akan tetapi harus menunggu hasil klub pesaing. Di sisi lain, Panathinaikos telah mengamankan tiket playoff fase knockout atau pasti finis di peringkat antara kesembilan sampai ke-24.
”Aku pun ingin membawa AS Roma berlanjut (lolos ke babak 16 besar) di ajang ini (Liga Europa),” kata penyerang pinjaman AS Roma dari Aston Villa, Donyell Malen, di laman resmi klub.
Rapor Positif Benitez
Meski sudah memastikan lolos playoff fase knockout, Panathinaikos tetap mengincar laga dini hari nanti sebagai momen pembuktian. Khususnya bagi sang pelatih, Rafael Benitez. Sejak menangani The Greens – julukan Panathinaikos – per 24 Oktober tahun lalu, Benitez mempersembahkan 11 kemenangan dari 19 laga di berbagai ajang.
Benitez yang pernah menangani klub top Serie A seperti Inter Milan dan SSC Napoli, tentu tidak mau kalah di hadapan Gian Piero Gasperini, allenatore AS Roma. Dalam empat pertemuan sebelumnya, Benitez unbeaten alias tiga kali menang dan sekali seri.
”Laga yang sulit karena AS Roma mengejar hasil absolut sehingga kami harus memberikan perlawanan kompetitif,” kata Benitez seperti dilansir dari La Repubblica.
Memori 2010
Panathinaikos juga punya memori manis saat bertemu AS Roma. Dua pertemuan terakhir pada 2010 sama-sama berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi The Greens. ”Kemenangan atas klub seperti AS Roma sangat penting untuk menaikkan spirit dan motivasi kami dalam menjalani laga berikutnya di Liga Europa,” kata gelandang serang sekaligus kapten Panathinaikos, Tasos Bakasetas, dilansir di laman resmi klub. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO