Buka konten ini

JAWA BARAT (BP) – Meski terkendala cuaca di lokasi terdampak longsor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua bodypack korban pada Rabu (28/1). Dengan temuan terbaru dan hasil penyelarasan data, total bodypack korban yang berhasil dievakuasi kini mencapai 53, dengan 38 di antaranya telah teridentifikasi.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan, sejak pagi hari hujan ringan masih mengguyur lokasi operasi. Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan potensi bahaya bagi personel di lapangan.
“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan asesmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, pada pagi hingga menjelang siang hari Sektor A2 dan A3 sempat dihentikan sementara karena berada di jalur rawan longsor susulan,” ujar Ade kepada awak media.
Operasi SAR kembali dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi keselamatan sekitar pukul 13.00 WIB. Pencarian difokuskan di Sektor A1 dan A2 dengan pengawasan ketat dari safety officer.
Hasilnya, Tim SAR Gabungan menemukan dua bodypack di Sektor A2. Penemuan pertama terjadi pada pukul 11.06 WIB dan penemuan kedua pada pukul 15.46 WIB. Seluruh bodypack tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Selain pencarian di lapangan, pada hari yang sama juga dilakukan integrasi dan validasi data korban antara Posko SAR Gabungan dan Posko DVI. Dari hasil pencocokan, ditemukan selisih tiga bodypack yang sebelumnya telah tercatat di DVI, namun belum terintegrasi dalam laporan Posko SAR Gabungan.
“Selisih data tersebut telah diverifikasi dan secara resmi dimasukkan ke dalam laporan operasi hari ini,” jelas Ade.
Dengan penyesuaian tersebut, hingga pukul 16.00 WIB total bodypack yang berhasil dievakuasi sejak operasi SAR dimulai mencapai 53. Sementara itu, hingga pukul 18.30 WIB, jumlah korban yang telah teridentifikasi sebanyak 38 orang. Masih terdapat 27 korban yang dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian.
Ade menegaskan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama, pengendalian risiko bencana susulan, serta akurasi dan transparansi data korban.
“Seluruh unsur yang terlibat terus bersinergi agar operasi kemanusiaan ini berjalan aman dan optimal,” ujarnya.
Operasi SAR di lokasi longsor Kabupaten Bandung Barat telah berlangsung sejak Sabtu (24/1), menyusul bencana longsor yang menimbun permukiman warga. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia dan dinyatakan hilang. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK