Buka konten ini

SEBANYAK 114 siswa SD Apolos Batam mengikuti nonton bareng (nobar) film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua di Cinepolis Mal Botania 2, Selasa (27/1). Meski pemutaran film baru dimulai pukul 09.00 WIB, para pelajar dari kelas I hingga kelas VI itu sudah hadir di bioskop sejak pukul 08.00 WIB.
Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua merupakan kelanjutan dari film Tegar (2022) karya sutradara Anggi Frisca. Film ini tidak hanya melanjutkan perjalanan karakter Tegar, tetapi juga membuka kisah baru tentang persahabatan anak-anak, krisis iklim, serta perjuangan masyarakat adat dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
Berlatar di pedalaman Papua, film ini mengisahkan Maira, gadis berusia 12 tahun yang hidup berdampingan dengan alam dan hutan. Pertemuannya dengan Tegar, anak berusia 11 tahun penyandang disabilitas dari kota, menjadi awal perjalanan yang mengubah cara pandang keduanya tentang alam dan masa depan.
Film berdurasi 1 jam 37 menit ini tidak hanya menghibur para siswa, tetapi juga memberikan perspektif baru setelah menontonnya.
Hal tersebut diungkapkan Yeremia Simanjuntak, siswa kelas VI SD Apolos Batam. Ia mengaku film tersebut cukup seru, terutama saat menyaksikan Tegar, Maira, dan teman-temannya yang seusia mereka berani melawan orang-orang serakah yang ingin merampas hutan.
“Film ini berpesan agar kita menjaga lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan, dan tidak merusak hutan. Untuk para penebang hutan di luar sana, stop,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang guru SD Apolos Batam, Buana Army, menilai film tersebut sangat mengesankan. Menurutnya, sosok Maira yang digambarkan sebagai anak muda Papua yang berani melawan pihak-pihak yang ingin mengambil hutan dan tanah adat sangat menginspirasi.
“Pesan moralnya, kita harus bersama-sama merangkul dan mempertahankan hutan agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, film tersebut juga mengajarkan anak-anak untuk mencintai dan menjaga alam sejak dini.
“Film ini sangat bagus sebagai sarana edukasi untuk menanamkan keberanian kepada anak-anak dalam mempertahankan kebenaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Batam, Hengki Fitriyanto, usai menonton, mengatakan film garapan rumah produksi Aksa Bumi Langit tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah.
Ia menilai film bertema pendidikan dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai kepedulian sejak dini.
“Menjaga alam sekitar merupakan bagian dari pelajaran penting di sekolah. Film ini diharapkan dapat menambah pengetahuan anak-anak dan masyarakat,” kata Hengki. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : PUTUT ARIYO