Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Industri otomotif menatap awal 2026 dengan optimisme. Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang akan digelar bulan depan membidik nilai transaksi lebih dari Rp 8 triliun. Pameran otomotif tahunan itu diharapkan menjadi motor penggerak penjualan mobil dan sepeda motor pada kuartal pertama.
IIMS 2026 dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. Penyelenggara menilai momentum awal tahun, yang berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri, berpotensi mendorong minat beli masyarakat, termasuk untuk kendaraan.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, target transaksi Rp 8 triliun mencakup penjualan kendaraan roda empat, roda dua, hingga produk industri pendukung otomotif. “Kami optimistis Rp 8 triliun masih bisa kami capai, bahkan lebih dari itu,” ujarnya di Jakarta.
Optimisme tersebut ditopang kinerja IIMS 2025 yang membukukan transaksi sekitar Rp 8 triliun dengan perolehan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 22.322 unit selama 11 hari penyelenggaraan. Menurut Daswar, antusiasme pasar masih terjaga meskipun insentif pemerintah untuk sektor otomotif belum sepenuhnya jelas.
Secara komposisi, penjualan mobil masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total transaksi. Daswar menilai, banyak merek tetap agresif menawarkan harga kompetitif, termasuk pada segmen kendaraan listrik (EV). “Industri tentu berharap ada insentif. Tapi meskipun belum ada, APM tetap bisa bergerak. Ini brand-brand kuat, dan perhitungan bisnis mereka sudah matang,” tambahnya.
Dari sisi partisipasi, jumlah agen pemegang merek (APM) pada IIMS 2026 juga meningkat. Project Manager IIMS 2026 Rudi MF menyebut, peserta mobil bertambah dari 32 merek pada 2025 menjadi 35 merek tahun ini. Sementara APM motor naik dari 24 menjadi 26 merek. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI