Buka konten ini

BINTAN (BP) – Kebakaran lahan hebat terjadi di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (28/1). Asap pekat dari lahan yang terbakar mengganggu jarak pandang pengendara dan memicu kemacetan panjang.
Asap tebal terlihat menyelimuti badan jalan hingga memaksa sejumlah pengendara berhenti dan memutar balik. Kondisi tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Pantauan di lokasi, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban bersama Polres Bintan dan sekuriti PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) masih berjibaku memadamkan api hingga pukul 17.00 WIB.
Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam, PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), serta warga sekitar turut membantu proses pemadaman.
Kebakaran lahan ini menyebabkan kemacetan panjang. Arus lalu lintas di lokasi kejadian harus diatur secara bergantian, baik kendaraan dari arah Tanjunguban maupun dari arah Tanjungpinang.
Noor, warga setempat, mengatakan api sudah membesar saat dirinya pulang dari sekolah.
“Kendaraan kami sempat diminta berhenti karena asapnya cukup tebal,” katanya.
Ia mengaku sempat mengalami perih pada mata akibat asap yang masuk ke dalam kendaraan yang ditumpanginya.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, menyebutkan luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari 4 hektare. “Asapnya sangat tebal. Hingga saat ini, sekitar 25 ton air telah dihabiskan untuk proses pemadaman,” ujarnya.
Panyodi menduga api berasal dari dalam lahan yang terbakar dan dengan cepat menjalar ke area yang berdekatan dengan jalan akibat tiupan angin kencang.
Ia juga menduga kebakaran lahan dipicu aktivitas masyarakat yang membakar lahan terbengkalai, kemudian diperparah oleh kondisi angin yang cukup kuat.
“Bunga api yang terbawa angin bisa menyebar dengan cepat dan menyebabkan kebakaran meluas,” katanya.
Karena itu, Panyodi mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca berangin seperti saat ini. “Jangan membakar lahan sembarangan karena bisa membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Hingga pukul 17.58 WIB, petugas gabungan dari berbagai pihak masih melakukan pemadaman dan proses pendinginan di lokasi kebakaran. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY