Buka konten ini

TINGKAT kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Januari 2026 anjlok ke level terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir, menurut laporan lembaga think tank The Conference Board pada Selasa (27/1).
Anjloknya tingkat kepercayaan konsumen AS itu dipicu oleh sentimen masyarakat AS yang semakin pesimistis akibat ketegangan geopolitik, kenaikan harga, dan dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan.
Menurut hasil awal survei bulanan yang dikeluarkan oleh The Conference Board, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun 9,7 poin dari Desember 2025 menjadi 84,5 pada Januari, yang menandai angka terendah sejak Mei 2014 dan melampaui titik terendah yang tercatat selama puncak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.
“Tingkat kepercayaan konsumen anjlok pada Januari, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran konsumen terkait situasi saat ini dan ekspektasi untuk masa depan,” kata Dana Peterson, kepala ekonom The Conference Board.
“Seluruh lima komponen indeks memburuk,” imbuhnya.
Laporan tersebut juga menyoroti Indeks Ekspektasi, yang mengukur prospek jangka pendek konsumen terhadap pendapatan, kondisi bisnis, dan pasar tenaga kerja, turun 9,5 poin menjadi 65,1, jauh di bawah ambang batas 80 yang secara historis mengindikasikan resesi akan segera terjadi.
Indeks situasi saat ini juga menurun secara signifikan, turun 9,9 poin menjadi 113,7.
Menurut survei tersebut, memburuknya sentimen konsumen disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Peterson mengungkapkan respons tertulis konsumen cenderung bernada pesimistis, dengan peningkatan penyebutan inflasi, khususnya harga makanan dan energi.
Selain itu, penyebutan tarif, kebijakan perdagangan, politik, dan perang juga meningkat pada Januari.
Persepsi terhadap pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda penurunan. Diferensial pasar tenaga kerja, yang berarti kesenjangan antara mereka yang melihat ketersediaan lapangan pekerjaan melimpah versus sulit didapatkan, terus melemah.
“Ekspektasi terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja enam bulan ke depan semakin merosot ke area negatif,” kata laporan tersebut.
Prospek suram itu berdampak pada rencana pengeluaran konsumen.
Laporan tersebut memaparkan bahwa konsumen saat ini cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam membeli barang mahal, dengan niat membeli rumah, furnitur, dan peralatan rumah tangga semuanya menunjukkan penurunan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY