Buka konten ini

MENJELANG datangnya bulan Ramadan, kebiasaan belanja masyarakat umumnya ikut mengalami pergeseran. Sejumlah platform belanja daring mulai ramai menawarkan promo awal tahun, diskon Pay Day, hingga potongan harga bertema persiapan puasa.
Di satu sisi, tawaran diskon dapat menjadi peluang untuk menekan pengeluaran. Namun tanpa perencanaan yang jelas, situasi ini justru berisiko memicu belanja impulsif. Padahal, fase sebelum Ramadan merupakan waktu penting untuk menata kondisi keuangan.
Saat bulan puasa, kebutuhan rumah tangga, aktivitas ibadah, hingga agenda sosial biasanya meningkat. Jika anggaran sudah terkuras sejak awal, keseimbangan keuangan selama Ramadhan pun berpotensi terganggu.
Godaan Diskon dan Pola Perilaku Konsumen
Belanja impulsif menjelang Ramadan kerap dipicu kombinasi promo besar dan faktor psikologis, seperti rasa takut kehilangan kesempatan diskon atau anggapan bahwa harga murah selalu berarti peluang langka.
Tanpa perencanaan prioritas, konsumen mudah membeli barang di luar kebutuhan utama. Sejumlah platform e-commerce pun mulai menyadari pola ini dan berupaya mengarahkan konsumen ke belanja yang lebih terukur.
Blibli, misalnya, memanfaatkan momentum Pay Day awal tahun sebagai ajakan agar konsumen mempersiapkan diri lebih dini, tidak hanya dari sisi belanja, tetapi juga gaya hidup yang lebih seimbang menjelang Ramadan.
“Persiapan Ramadan sebaiknya dilakukan jauh hari. Bukan hanya soal belanja, tetapi juga kesiapan fisik dan pola hidup. Kami ingin konsumen memanfaatkan momen Pay Day dengan lebih bijak dan sesuai kebutuhan,” ujar Campaign Senior Manager Blibli, Indra Perdana.
1. Tentukan Prioritas Sebelum Berburu Promo
Langkah awal untuk menghindari belanja impulsif adalah menetapkan kebutuhan sejak awal. Menjelang Ramadhan, kebutuhan umumnya berkaitan dengan kesehatan, produktivitas, dan pengelolaan aktivitas harian.
Dengan daftar prioritas yang jelas, konsumen dapat lebih selektif menghadapi diskon. Promo pun berfungsi sebagai alat bantu, bukan pemicu belanja spontan.
2. Manfaatkan Promo untuk Efisiensi Anggaran
Diskon Pay Day sejatinya dapat membantu menghemat pengeluaran jika digunakan secara tepat. Prinsip utamanya adalah membeli barang yang sudah direncanakan, bukan menambah daftar belanja hanya karena tergoda potongan harga.
Blibli mengklaim mengedepankan pengalaman belanja yang transparan melalui jaminan produk asli, perlindungan konsumen, serta kemudahan pengembalian barang. Pendekatan ini memberi ruang bagi konsumen untuk mengambil keputusan tanpa tekanan.
3. Arahkan Belanja untuk Mendukung Kesiapan Ramadan
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga menjaga stamina dan produktivitas. Persiapan fisik sebelum puasa membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan ritme harian.
Dalam konteks belanja, memilih produk yang mendukung gaya hidup sehat dan aktivitas seimbang dinilai lebih relevan dibanding mengikuti tren sesaat. Dengan begitu, belanja menjadi bagian dari persiapan diri, bukan sekadar konsumsi impulsif.
4. Waspadai Efek FOMO dari Promo Terbatas Waktu
Flash sale dan diskon berbatas waktu sering mendorong keputusan cepat tanpa pertimbangan matang. Memberi jeda sebelum menyelesaikan transaksi, bahkan hanya beberapa jam, dapat membantu menilai kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Jika keinginan membeli memudar setelah jeda, besar kemungkinan pembelian tersebut bersifat impulsif.
5. Pilih Platform yang Memberi Rasa Aman
Pengalaman belanja yang aman dan transparan turut memengaruhi perilaku konsumen. Informasi produk yang jelas, kebijakan retur yang mudah, serta kepastian pengiriman membantu konsumen berbelanja dengan lebih tenang.
Menurut Indra, rasa aman penting agar konsumen tidak terburu-buru mengambil keputusan. “Kami ingin pelanggan bisa berbelanja dengan nyaman, tanpa rasa khawatir, sehingga pilihan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.
6. Kendalikan Belanja sebagai Latihan Menyambut Ramadan
Ramadan identik dengan pengendalian diri, termasuk dalam mengelola keuangan. Menahan godaan belanja impulsif sebelum Ramadan dapat menjadi latihan awal untuk menjalani bulan puasa secara lebih sadar dan terencana.
Dengan perencanaan yang matang, promo jelang Ramadhan tidak harus menjadi jebakan konsumtif. Sebaliknya, diskon dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan yang tepat, di waktu yang tepat, tanpa mengganggu stabilitas keuangan. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO