Buka konten ini

MONGOLIA (BP) – Mongolia mencatat sejumlah 13 kematian akibat hipotermia pada Januari 2026. Separuh dari total korban dilaporkan mengonsumsi alkohol, kata Badan Kepolisian Nasional (National Police Agency/NPA) Mongolia dalam sebuah pernyataan, Selasa (27/1).
Konsumsi alkohol menjadi penyebab utama hipotermia saat terpapar suhu dingin.
Sejak pertengahan Januari, massa udara dingin yang berasal dari Siberia, Rusia, menyapu banyak bagian di Mongolia, membawa embun beku dan menyebabkan penurunan suhu.
Menurut badan pemantau cuaca negara itu, pada 21 Januari, suhu pada malam hari turun hingga minus 45,2 derajat Celsius di daerah (soum) Eruu, sebuah subdivisi administratif di Provinsi Selenge, Mongolia utara.
Musim dingin yang dahsyat dan menusuk di Mongolia berlangsung cukup lama. Suhu dapat bervariasi antara minus 25 derajat Celsius hingga minus 45 derajat Celsius. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY