Minggu, 25 Januari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

83 Orang Hilang Pasca Longsor di Bandung Barat

Suasana timbunan longsor Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1). Foto: Radar Bandung/ JPG

BANDUNG (BP) – Sebanyak 82 korban hilang pasca longsor terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu dini hari (24/1). Tidak hanya mengerahkan Tim SAR Gabungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa belakangan bencana hidrometeorologi basah banyak terjadi di wilayah Jabar. Untuk itu, pihaknya melaksanakan OMC. Bahkan, OMC di Jabar dan sekitarnya sudah berlangsung sejak 12 Januari lalu. OMC itu termasuk dengan modifikasi cuaca di Jakarta.

Dengan mengerahkan 2 unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma, kata dia pada Sabtu (24/1).

Dalam pelaksanaan OMC tersebut, Pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie penerbangan di wilayah Jabar dengan total bahan semai sebanyak 32 kilogram. OMC berlangsung pada 13-22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie penerbangan di wilayah Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16-22 Januari 2026.

Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah 2 unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem, terang dia.

Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, Abdul Muhari meningkatkan mereka untuk selalu waspada dan siap siaga. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyatakan bahwa hujan masih akan mengguyur beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Jabar dan Jakarta.

Kewaspadaan (itu) terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman,imbuhnya.

Sebelumnya, Basarnas menyatakan bahwa dari asesmen yang dilakukan sampai pukul 12.30 WIB hari ini, dipastikan bahwa korban terdampak longsor di Bandung Barat terdiri atas 23 korban selamat, 8 korban meninggal dunia, dan 82 korban lainnya hilang. Angka itu sesuai dengan jumlah warga terdampak sebanyak 113 orang dari 34 kepala keluarga.

TNI Telusuri Dugaan 23 Anggota Hilang
Sementara itu, Kodam III/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.

Terkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali, kata Mahmuddin seperti dilansir dari Antara di Bandung Barat, Sabtu (24/1).

Mahmuddin menegaskan, proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.

Kami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi, ungkap Mahmuddin.

Dia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : Alfian Lumban Gaol