
BATAM (BP) – Risiko kecelakaan lalu lintas menjadi ancaman yang tak terpisahkan dari aktivitas berkendara. Faktor eksternal yang sulit dikendalikan di jalan raya menuntut pengendara memiliki kemampuan mengenali dan merespons potensi bahaya sejak dini.
Kesadaran akan keselamatan berkendara dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan. Untuk itu, Capella Honda Kepulauan Riau (Kepri) terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cari Aman.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyosialisasikan tips keselamatan berkendara 5P+ yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa konsep 5P+ dirancang sebagai panduan sederhana namun efektif agar pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan.
“Tips 5P+ ini mudah dipahami dan diaplikasikan oleh seluruh pengendara, sehingga keselamatan bisa menjadi kebiasaan,” ujarnya, Sabtu (24/1).
Adapun lima poin utama dalam konsep 5P+ meliputi, pakai perlengkapan berkendara sesuai standar, seperti helm SNI, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu untuk meminimalkan risiko cedera.
Kedua, perhatikan kanan dan kiri saat di persimpangan dengan mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
Ketiga, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal tiga detik, untuk memberikan ruang reaksi jika terjadi pengereman mendadak.
Keempat, periksa kondisi sebelum mendahului, termasuk memastikan situasi lalu lintas aman, menyalakan lampu sein, dan memperhatikan kaca spion.
Kelima, patuhi rambu lalu lintas serta lengkapi dokumen berkendara seperti SIM dan STNK demi keselamatan dan ketertiban bersama.
Selain lima poin tersebut, Christofer menambahkan pentingnya pemeriksaan kondisi sepeda motor sebelum digunakan, mulai dari ban, rem, lampu, klakson, hingga spion.
Teknik pengereman juga perlu diperhatikan dengan mengombinasikan rem depan dan belakang agar lebih stabil.
“Pengendara juga perlu meningkatkan sensitivitas terhadap potensi bahaya di jalan, termasuk kewaspadaan terhadap blind spot dan pengendalian kecepatan,” jelasnya.
Menurutnya, semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula risiko kecelakaan akibat keterbatasan informasi yang dapat ditangkap pengendara.
Christofer menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama. “Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah preventif, daripada tidak pernah sampai ke tujuan. Cari Aman saat naik motor,” ujarnya.
Komitmen tersebut turut ditegaskan Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Duri Yanto. Ia menyebut keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui edukasi 5P+, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat berdampak besar dalam mencegah kecelakaan,” ujarnya.
Dengan kampanye berkelanjutan ini, Capella Honda Kepri berharap budaya keselamatan berkendara semakin tertanam di tengah masyarakat. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : Jamil Qasim