Buka konten ini

GUBERNUR Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa pinjaman daerah Rp400 miliar yang diajukan ke perbankan bukan untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Dana tersebut akan difokuskan pada proyek-proyek strategis yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat.
“Itu (uang pinjaman) bukan untuk Jembatan Babin, tapi untuk sejumlah proyek strategis lain yang menjadi prioritas pelayanan masyarakat,” kata Ansar, Selasa (20/1) di Batam.
Tiga sektor utama menjadi fokus penggunaan dana, yaitu penguatan layanan kesehatan, pengembangan pariwisata berbasis budaya, dan pemerataan infrastruktur di kabupaten/kota se-Kepri.
Di sektor kesehatan, Pemprov Kepri menyiapkan anggaran besar untuk pembangunan rumah sakit, guna memperkuat fasilitas pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Selain itu, pembangunan Monumen Bahasa menjadi salah satu fokus prioritas. Ansar menilai monumen ini penting, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga sebagai daya tarik wisata baru di Kepri.
“Monumen Bahasa memiliki urgensi tinggi karena nilai sejarah dan potensinya sebagai magnet pariwisata,” ujarnya.
Sebagian dana pinjaman juga akan disalurkan ke kabupaten/kota. Dari total Rp400 miliar, Rp150 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, terutama untuk proyek-proyek yang tertunda selama beberapa tahun terakhir. Terkait Jembatan Babin, Ansar menyebut proyek itu masih dalam tahap uji tanah (soil test). “Proyek Jembatan Babin InsyaAllah masih dalam proses. Sekarang masih soil test. Doakan saja,” kata Gubernur. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GUSTIA BENNY