Buka konten ini

PEMERINTAH Iran mengklaim situasi keamanan di negaranya mulai kembali stabil setelah gelombang kerusuhan yang berlangsung sejak akhir Desember 2025. Otoritas Iran menyebut ratusan terduga teroris bersenjata telah ditangkap dalam operasi pemulihan ketertiban yang digelar sejak pertengahan Januari 2026.
Klaim tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat memberikan keterangan kepada media di kediamannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Boroujerdi, fase pemulihan dimulai sejak 10 Januari 2026, setelah aparat keamanan Iran berhasil mengendalikan kekerasan bersenjata yang sebelumnya meningkat tajam. Operasi keamanan yang digelar secara intensif disebut berhasil menghentikan kampanye kekerasan berskala luas di sejumlah wilayah.
“Dengan dipulihkannya operasi keamanan pemerintah, ketertiban umum secara bertahap kembali terjaga dan unsur-unsur teroris bersenjata yang terlibat dalam kekerasan berhasil ditangkap,” kata Boroujerdi.
Aparat Klaim Amankan Situasi Nasional
Boroujerdi menjelaskan, pemulihan keamanan dilakukan setelah aksi protes yang awalnya bersifat damai berubah menjadi kerusuhan bersenjata. Pemerintah Iran, lanjutnya, memprioritaskan stabilitas nasional serta perlindungan warga sipil dalam merespons situasi tersebut.
Ia menyebut aparat keamanan telah menyita lebih dari 1.300 pucuk senjata dari kelompok yang dituding terlibat dalam aksi teror, sekaligus menangkap ratusan orang yang disebut memiliki peran langsung dalam kekerasan terhadap aparat, warga sipil, dan fasilitas publik.
“Operasi ini bertujuan mengakhiri ancaman bersenjata, bukan membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Boroujerdi.
Boroujerdi juga menyinggung dampak kerusuhan terhadap infrastruktur sipil. Ia menyebut ratusan fasilitas publik dan properti warga sempat mengalami kerusakan, termasuk kendaraan layanan darurat, tempat ibadah, serta bangunan pemerintahan.
Seiring membaiknya situasi keamanan, pemerintah Iran, kata Boroujerdi, mulai memulihkan layanan publik dan memastikan aktivitas sosial serta ekonomi kembali berjalan normal di berbagai kota.
Meski mengklaim kondisi di lapangan sudah jauh lebih terkendali, Boroujerdi menegaskan bahwa pemerintah Iran masih mewaspadai potensi upaya destabilisasi lanjutan dari luar negeri.
Ia menyebut adanya laporan mengenai dukungan eksternal yang terus berlanjut terhadap kelompok-kelompok yang berupaya menekan Iran secara politik dan keamanan, meski kekerasan bersenjata di dalam negeri telah berhasil diredam.
“Situasi keamanan kini lebih stabil, tetapi kami tetap waspada terhadap tekanan dan upaya destabilisasi yang belum sepenuhnya berhenti,” kata Boroujerdi.
Pemerintah Iran, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas nasional sekaligus menempuh jalur hukum, baik di dalam negeri maupun internasional, terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan sebelumnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY