Buka konten ini

MELBOURNE (BP) – Langkah petenis Indonesia Janice Tjen di Australian Open 2026 harus terhenti pada babak kedua setelah takluk dari mantan petenis nomor satu dunia, Karolina Pliskova, dalam duel dua set langsung, Kamis (22/1).
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 38 menit itu, Janice kalah dengan skor identik 4-6, 4-6. Meski demikian, alumnus Universitas Pepperdine tersebut tampil cukup kompetitif menghadapi Pliskova yang dikenal dengan julukan Ace Queen.
Sepanjang laga, Janice mampu mencatatkan tujuh ace—tiga lebih banyak dibandingkan Pliskova. Namun, keunggulan servis tersebut belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Janice gagal memaksimalkan empat peluang break point yang didapatkannya.
Usai pertandingan, Pliskova mengaku telah mempelajari gaya bermain Janice. Menurutnya, permainan Janice mengingatkannya pada mantan petenis nomor satu dunia asal Australia, Ashleigh Barty.
“Dia sedikit mirip (Ashleigh) Barty. Cara bermainnya sangat mengingatkan saya kepadanya,” ujar Pliskova melalui kanal YouTube resmi Australian Open.
Pliskova menilai gaya bermain tersebut cukup menyulitkan. “Pertandingan ini tidak mudah. Saya rasa tidak banyak pemain yang suka menghadapi gaya seperti ini karena banyak slice, forehand yang bagus, serta servis yang solid,” tambahnya.
Setelah tersingkir dari Australian Open, Janice berpeluang melanjutkan kiprahnya di Philippine Women’s Open yang akan digelar di Manila pada 26–31 Januari. Seperti dilansir Philippine News Agency, Janice terdaftar sebagai penerima wild card bersama petenis tuan rumah Alexandra Eala dan petenis Jerman Tatjana Maria.
Philippine Women’s Open tahun ini menjadi edisi perdana dan turut menghadirkan sejumlah nama besar. Salah satunya adalah peraih medali perak tunggal putri Olimpiade Paris 2024, Donna Vekic. Petenis asal Kroasia tersebut memastikan keikutsertaannya setelah tersingkir di babak pertama Australian Open. Vekic kalah tiga set 6-4, 3-6, 0-6 dari bintang muda Rusia berusia 18 tahun, Mirra Andreeva, Senin (19/1). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO