Buka konten ini

TABANAN (BP) – Petugas gabungan akhirnya menemukan dua korban banjir yang sempat dilaporkan hilang di Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan, Bali. Korban adalah Yuliana Da Costa Makun dan putrinya, Audrey Natania Banafanu. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (22/1).
Yuliana ditemukan di wilayah Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Sementara itu, Audrey ditemukan terdampar di Pantai Batu Belig, Canggu, Kabupaten Badung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan jenazah Audrey ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR menjelang siang hari. Lokasinya berjarak sekitar 26 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang.
“Korban anak ditemukan di Pantai Batu Belig. Jaraknya sekitar 26 kilometer dari Dam Kuwum, lokasi korban terakhir terlihat,” ujar Sidakarya.
Audrey, yang berusia satu tahun enam bulan, sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret banjir di Dam Kuwum saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Perluas Titik Pencarian
Ditemukannya jenazah Audrey membuat tim SAR memperluas radius pencarian. Awalnya, pencarian hanya difokuskan dalam radius delapan kilometer dari titik hilang.
Pada pukul 14.00 WITA, tim gabungan akhirnya menemukan jasad Yuliana. Lokasi penemuan berada sekitar 6,9 kilometer dari titik korban dinyatakan hilang.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban dalam kondisi meninggal dunia. Ciri-ciri dan identitas jenazah sesuai dengan data korban yang kami cari,” kata Sidakarya.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh korban banjir dalam peristiwa tersebut telah berhasil dievakuasi.
Sebelum kedua korban ditemukan, keluarga sempat menggelar doa dan persembahyangan adat Nusa Tenggara Timur (NTT) serta ibadah Nasrani di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WITA. Prosesi tersebut dilakukan dengan menyalakan lilin.
“Doa ini kami lakukan agar ibu dan anak dari keluarga Semi Christian Banafanu yang hilang bisa segera ditemukan,” ujar Marni, anggota keluarga korban.
Marni menambahkan, Nathalia, anak pertama Yuliana dan Semi yang selamat dari peristiwa tersebut, masih mengalami syok. Nathalia disebut terus menanyakan keberadaan orang tuanya.
“Kondisi Semi masih dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang pada kaki,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Tabanan pada Selasa (20/1) malam memicu banjir di sejumlah titik. Satu keluarga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, terseret arus banjir. Semi Christian Banafanu dan anak pertamanya, Nathalia, berhasil selamat. Sementara Yuliana dan Audrey sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. (*)
LAPORAN: JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK