Buka konten ini

BATAM (BP) – Anggota DPRD Kepri Ismiyati menyoroti minimnya ketersediaan buku rujukan yang dapat menjadi sumber belajar bagi pelajar di sekolah-sekolah di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Tanjungpinang.
Ia mengatakan, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari ketersediaan sumber belajar yang memadai di sekolah, terutama buku rujukan.
Menurutnya, perpustakaan tidak boleh hanya diisi buku pelajaran, tetapi juga harus menyediakan beragam sumber literasi berkualitas agar kebutuhan belajar siswa hingga mahasiswa dapat terpenuhi tanpa harus mencari referensi ke luar daerah.
“Tidak hanya buku pelajaran, tetapi juga buku rujukan yang dapat menambah wawasan para pelajar,” kata Ismiyati, Rabu (2/1).
Berdasarkan hasil reses tahun 2025 yang dilakukan di Tanjungpinang, kata dia, perpustakaan sekolah di kota tersebut masih kekurangan buku-buku rujukan. Kondisi ini dinilai dapat menyulitkan pelajar untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.
Jika buku-buku tersebut tersedia, para pelajar hingga mahasiswa tidak perlu lagi mencari buku rujukan ke tempat lain. “Karena jika berbicara tentang mutu pendidikan, maka harus berbicara tentang ketersediaan sumber belajar itu sendiri,” tegasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pelajar berhak mendapatkan beragam sumber literasi dari buku rujukan, tidak hanya bersumber dari buku pelajaran.
“Buku pengetahuan umum, misalnya, harus disediakan buku yang tersertifikasi agar ilmu yang diperoleh berkualitas,” pungkasnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah dapat lebih serius memperhatikan pemenuhan buku rujukan di sekolah-sekolah. Selain itu, penguatan literasi juga diharapkan tidak hanya dilakukan melalui buku cetak, tetapi didukung pengembangan perpustakaan digital agar akses sumber belajar semakin luas dan merata bagi seluruh pelajar di Kepri. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : PUTUT ARIYO