Buka konten ini

PERNAH merasa punya teman sebaya, tetapi penampilannya tampak jauh lebih tua? Bisa jadi, tanpa disadari justru kamu yang mengalami hal serupa.
Menurut data dari Akademi Dermatologi Amerika, hampir setengah dari kelompok usia 25 hingga 65 tahun menghadapi berbagai persoalan kulit, mulai dari jerawat, pigmentasi, kulit kusam dan kering, hingga tanda-tanda penuaan dini.
Dikutip dari Healthshots, kondisi tersebut tidak muncul begitu saja. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor alami hingga kebiasaan harian yang kurang sehat, seperti kurang tidur, tingkat stres tinggi, serta paparan polusi yang berlebihan.
Kurang Tidur
Kurang tidur kerap menjadi kebiasaan yang dianggap sepele, terutama karena tuntutan pekerjaan. Padahal, kebiasaan ini berdampak besar pada kesehatan kulit.
Dokter kulit asal Mumbai, dr. Shareefa Chause, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan produksi kolagen, yaitu protein penting yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.
“Tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam setiap malam dapat mengganggu proses regenerasi kulit,” ujarnya.
Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan hormon kortisol atau hormon stres yang berpotensi memicu jerawat. Karena itu, mencukupi waktu tidur setiap malam menjadi kunci menjaga kulit tetap sehat.
Konsumsi Makanan Olahan, Gula, dan Lemak Berlebih
Pola makan yang didominasi makanan olahan, gula, dan lemak tidak sehat dapat memicu peradangan dalam tubuh. Dampaknya, kulit menjadi kusam dan lebih mudah berjerawat.
Untuk memperbaiki kondisi kulit, dr. Chause menyarankan konsumsi makanan kaya antioksidan dan vitamin, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta sumber protein rendah lemak.
“Mengurangi camilan manis dan menggantinya dengan makanan bergizi dapat membantu kulit tampak lebih segar dan bercahaya alami,” katanya.
Terlalu Lama Menatap Layar
Paparan layar ponsel, tablet, dan laptop dalam waktu lama juga berkontribusi terhadap penuaan dini. Cahaya biru dari perangkat digital diketahui dapat mengganggu keseimbangan alami kulit dan memperparah masalah pigmentasi.
Untuk meminimalkan dampaknya, dr. Chause menyarankan agar penggunaan gawai diatur dengan bijak. Mengaktifkan filter cahaya biru, beristirahat secara berkala, serta menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan dapat membantu melindungi kulit.
Tidak Membersihkan Kulit dengan Benar
Polusi, baik dari luar maupun dalam ruangan, menjadi ancaman serius bagi kesehatan kulit. Partikel polutan dapat memicu peradangan dan merusak lapisan pelindung kulit.
“Membersihkan wajah setelah terpapar polusi sangat penting. Gunakan produk pembersih yang tepat, serum kaya antioksidan, dan jangan lupa mengaplikasikan tabir surya spektrum luas setiap hari,” pungkasnya. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO