Buka konten ini
KRISIS air bersih yang tak kunjung teratasi mendorong warga Tanjungsengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, bersiap turun ke jalan. Setelah hampir satu tahun mengalami gangguan distribusi air, ratusan warga berencana menggelar aksi demonstrasi ke BP Batam, DPRD Kota Batam, Pemerintah Kota Batam, hingga Kantor Air Batam Hilir (ABH), Kamis (22/1).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas buruknya pelayanan air bersih yang dinilai gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dalam hampir setahun terakhir, aliran air ke permukiman warga kerap mengecil, hanya mengalir pada jam-jam tertentu, bahkan mati total dalam 20 hari terakhir.
Selama kondisi itu berlangsung, warga terpaksa bergantung pada pasokan air tangki yang disalurkan ABH. Namun, distribusi air bantuan tersebut dinilai terbatas dan tidak merata.
Salah seorang warga Tanjungsengkuang, Aini Roslina, mengatakan aksi demonstrasi akan dimulai sejak pagi hari sebagai akumulasi kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan persoalan air bersih.
“Kami ingin solusi konkret dari Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan ABH. Air adalah kebutuhan dasar, tetapi sudah hampir setahun tidak mengalir normal,” ujar Aini saat dihubungi Batam Pos, Rabu (21/1) sore.
Hal senada disampaikan Haris, warga lainnya. Ia menyebutkan aksi akan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Simpang Empat Melcem.
Menurut Haris, massa aksi akan terlebih dahulu mendatangi Pemerintah Kota Batam untuk meminta pertanggungjawaban kepala daerah atas buruknya pelayanan publik yang dirasakan warga.
“Kami ke Pemko dulu. Ini menyangkut tanggung jawab pemerintah terhadap pelayanan dasar masyarakat,” katanya.
Selanjutnya, warga juga berencana mendatangi BP Batam. Namun, rencana tersebut masih menyesuaikan kondisi di lapangan mengingat pada waktu yang sama terdapat aksi serupa dari warga Kecamatan Sagulung di lokasi yang sama.
“Titik aksinya tetap BP Batam, tetapi karena bersamaan dengan aksi warga Sagulung, kami lihat situasi di lapangan agar tidak terjadi bentrok,” ujarnya.
Selain itu, massa aksi juga akan mendatangi Kantor Air Batam Hilir sebagai pihak pengelola air bersih. Warga menilai ABH harus bertanggung jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
“ABH harus bertanggung jawab sebagai pengelola. Ini bukan sekadar gangguan teknis, tetapi sudah berdampak sosial,” tegas Haris.
Sementara itu, tuntutan ke DPRD Kota Batam difokuskan pada fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah dan pengelola air bersih.
Menanggapi rencana aksi tersebut, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan pihaknya telah menerima informasi terkait rencana aksi damai warga Tanjungsengkuang.
“Iya, ada rencana aksi damai besok (hari ini, red) dari warga Tanjungsengkuang,” kata Ginda kepada Batam Pos melalui pesan WhatsApp. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO