Buka konten ini

HARGA berbagai jenis emas di Kota Batam mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Dalam kurun waktu Senin, 12 Januari hingga Selasa, 21 Januari 2026, harga emas tercatat naik hingga Rp192 ribu per gram, dengan rata-rata kenaikan harian mencapai sekitar Rp30 ribu. Lonjakan ini justru memicu meningkatnya minat masyarakat untuk membeli emas, khususnya emas 24 karat.
Emas kini semakin diminati sebagai sarana investasi dan tabungan. Di sejumlah toko emas, jumlah pembeli bisa mencapai sekitar 20 orang per hari. Mayoritas pembeli memanfaatkan momentum kenaikan harga dengan melakukan tukar tambah, yakni meng-upgrade emas berukuran kecil ke ukuran yang lebih besar dengan menambah selisih dana.
Manajer Toko Emas Banda Baru yang berlokasi di Mega Mall, Batam Kota, Iqbal Ramadhan, mengatakan harga emas memang mengalami kenaikan cukup tajam dalam sepekan terakhir, sekitar Rp30 ribu per hari.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut tidak memengaruhi minat beli masyarakat. Menurut Iqbal, justru jumlah pembeli terus meningkat karena emas dinilai sebagai instrumen investasi yang relatif aman.
“Kenaikan harga ini tidak berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Masyarakat justru
berbondong-bondong membeli emas untuk investasi,” kata Iqbal saat ditemui Batam Pos, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, kenaikan harga emas dipicu oleh menguatnya pasar emas global. Dalam satu hari, banyak masyarakat datang tidak hanya untuk melihat-lihat, tetapi langsung melakukan pembelian maupun tukar tambah.
“Biasanya hanya lihat-lihat, tapi sekarang langsung belanja. Dalam sehari bisa lebih dari 20 orang yang membeli,” ujarnya.
Sementara itu, Suharni, salah seorang pengunjung, mengaku membeli emas bukan hanya untuk perhiasan, tetapi juga sebagai sarana menyimpan uang.
Hal senada disampaikan Rosinah, pengunjung lainnya. Menurutnya, tinggi atau rendahnya harga emas tidak terlalu berpengaruh bagi masyarakat Batam karena emas dipandang sebagai aset jangka panjang.
“Harga emas tinggi, orang tetap beli. Di Batam ini tidak terlalu berpengaruh, karena kita mikirnya jangka panjang. Daripada uang di tangan nilainya bisa turun, lebih baik disimpan dalam bentuk emas,” kata dia
Ia mengaku memilih kembali membeli emas karena khawatir harga akan terus naik. “Itu yang jadi pertimbangan. Lebih memilih emas sebagai investasi dibanding investasi lain yang nilainya bisa turun,” ujarnya.
Berdasarkan data harga di pasaran, Logam Mulia bersertifikat yang sebelumnya berada di angka Rp2.470.000 per gram, kini naik menjadi Rp2.664.000 per gram.
Untuk emas bahan, harga awal sebesar Rp2.446.000 melonjak menjadi Rp2.638.000 per gram.
Sementara itu, harga emas 24 karat juga mengalami kenaikan di berbagai ukuran:
Berat di atas 45 gram: dari Rp2.568.000 menjadi Rp2.769.000
Berat 18–40 gram: dari Rp2.592.000 menjadi Rp2.796.000
Berat 5–15 gram: dari Rp2.617.000 menjadi Rp2.822.000
Berat hingga 4 gram: dari Rp2.641.000 menjadi Rp2.848.000
Adapun harga emas jenis lain turut terkerek:
Emas 916: dari Rp2.592.000 menjadi Rp2.796.000
Emas 750: dari Rp2.250.000 menjadi Rp2.427.000
Emas 700: dari Rp2.079.000 menjadi Rp2.242.000
Kenaikan harga tersebut tidak menyurutkan minat beli masyarakat. Sebaliknya, emas semakin dipilih sebagai instrumen investasi sekaligus cara aman untuk menyimpan nilai uang. (***)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI