Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Perdagangan menggelar business matching dengan Japan External Trade Organization (Jetro) untuk membuka pasar ekspor UMKM Indonesia. Produk tersebut akan diserap perusahaan ritel Jepang yang sedang mencari pemasok produk fast moving consumer goods (FMCG) atau produk kebutuhan harian.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, ada 30 UMKM yang difasilitasi dalam pertemuan one-on-one antara pelaku UMKM dan perwakilan ritel Jepang. ”Business matching ini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan standar pasar sehingga produk Indonesia dapat memenuhi persyaratan ketat dan kebutuhan pasar Jepang,” ujar Puntodewi, Selasa (20/1).
Puntodewi menilai, sejumlah sektor seperti furnitur, home and living, wellness, perawatan tubuh, serta produk kecantikan dinilai berpotensi berkembang dan menjadi kekuatan baru dalam rantai pasok global. ”Kami optimistis sektor FMCG dan produk kreatif Indonesia dapat menjadi katalis untuk rebound di 2026,” urainya.
Dalam lima tahun terakhir tren perdagangan Indonesia–Jepang masih menunjukkan pertumbuhan. Total perdagangan kedua negara pada 2020–2024 tumbuh rata-rata 9,47 persen, sementara ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang meningkat 8,82 persen.
Sementara itu, Presiden Direktur Jetro Jakarta Shinji Hirai mengatakan, peritel serta perusahaan perdagangan Jepang mencari produk berkualitas tinggi untuk dipasarkan di sana. ”Kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia dalam mengembangkan produk dan memahami kebutuhan pasar Jepang,” ujar Hirai. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI