Buka konten ini

LINGGA (BP) – Warga Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, mengeluhkan kondisi bus sekolah yang sudah sekitar tujuh bulan tidak beroperasi akibat mengalami kerusakan.
Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah dengan menempuh jarak ratusan meter. Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat jarak antara Desa Marok Kecil dengan sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA yang berada di Desa Resang, tergolong jauh.
Para siswa harus melewati jalan yang dikelilingi kawasan hutan untuk sampai ke sekolah. Situasi tersebut semakin berat ketika hujan turun dan kondisi jalan licin.
Topik, salah seorang warga Desa Marok Kecil, mengatakan bus sekolah tersebut sudah berbulan-bulan tidak beroperasi.
Akibatnya, anak-anak terpaksa berjalan kaki setiap hari untuk menuntut ilmu.
“Bagi warga yang punya sepeda motor, masih bisa mengantar anaknya ke sekolah. Tapi yang tidak punya kendaraan, anaknya terpaksa jalan kaki,” ujar Topik, Rabu (21/1).
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki bus sekolah tersebut agar dapat kembali beroperasi dan meringankan beban para siswa.
“Kami mohon kepada pemerintah supaya bus ini segera diperbaiki. Kasihan anak-anak harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh untuk sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Singkep Selatan Muzzilin Hasibuan membenarkan bahwa bus sekolah tersebut tidak lagi beroperasi sejak Juli 2025 akibat mengalami sejumlah kerusakan.
“Iya benar, bus itu sudah tidak beroperasi sejak Juli 2025 karena banyak kerusakan. Karena pada 2025 tidak ada anggaran pemeliharaan, saya bersama Kepala Desa Marok Kecil sempat patungan menggunakan uang pribadi untuk memperbaikinya,” kata Muzzilin saat dikonfirmasi.
Awalnya, perbaikan bus sekolah tersebut ditargetkan rampung pada akhir September 2025 sehingga bisa kembali beroperasi. Namun, keterbatasan anggaran membuat proses perbaikan belum juga selesai hingga Januari 2026.
“Karena tidak ada anggaran dan hanya mengandalkan uang pribadi, sampai sekarang bus itu masih belum siap,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan bus sekolah tersebut bisa kembali beroperasi karena masih menunggu perkembangan dari bengkel.
“Besok rencananya saya akan ke bengkel untuk melihat langsung progres perbaikan bus tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY