Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, penjualan ikan dingkis—komoditas yang identik dengan tradisi Imlek—di Kota Batam terpantau masih sepi. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Victoria Sekupang dan Pasar Fanindo, di mana minat pembeli belum menunjukkan peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan Batam Pos di Pasar Victoria, Sekupang, Selasa (20/1), lapak pedagang ikan dingkis tampak lengang. Sejumlah pedagang mengaku pembeli yang datang masih sebatas menanyakan harga, namun belum banyak yang benar-benar melakukan transaksi.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Victoria, Heri, mengatakan kondisi tersebut masih tergolong wajar karena perayaan Imlek masih beberapa hari lagi. Menurutnya, lonjakan penjualan biasanya terjadi mendekati hari raya.
“Kami masih menunggu mendekati hari H. Biasanya ramai itu H-7 atau H-3 sebelum Imlek. Sekarang memang masih sepi,” ujarnya.
Situasi serupa juga terlihat di Pasar Fanindo. Aktivitas jual beli ikan dingkis belum menunjukkan lonjakan berarti, meski sebagian pedagang sudah mulai menyediakan stok. Untuk mengantisipasi kerugian, pedagang memilih tidak menyimpan persediaan terlalu banyak karena khawatir tidak terserap pasar.
Dari sisi pembeli, sebagian masyarakat memang belum berencana membeli ikan dingkis lebih awal. Salah seorang pembeli di Pasar Fanindo mengaku masih memantau harga dan akan berbelanja mendekati perayaan Imlek.
“Biasanya beli nanti saja, lebih dekat Imlek. Sekarang masih lihat-lihat harga,” katanya.
Saat ini, harga ikan dingkis di pasaran masih relatif rendah, berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Padahal, menjelang perayaan Imlek, harga ikan ini biasanya melonjak tajam hingga Rp220 ribu per kilogram. Bahkan, untuk ikan dingkis berukuran besar dan berisi telur, harganya bisa menembus Rp300 ribu per kilogram.
Pedagang memperkirakan penjualan ikan dingkis akan mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan perayaan Tahun Baru Imlek.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan pihaknya terus memberikan dukungan kepada nelayan melalui berbagai program bantuan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan alat tangkap, mesin tempel, hingga bubu yang digunakan untuk menangkap ikan dingkis.
“Melalui bidang perikanan tangkap, nelayan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana seperti bubu dan jaring. Alat ini tidak hanya digunakan untuk menangkap ikan dingkis, tetapi juga ikan jenis lainnya,” ujarnya.
Yudi juga mengungkapkan, pada perayaan Imlek tahun lalu yang jatuh pada 10 Februari 2024, produksi ikan dingkis di Batam terbilang tinggi. Pada Februari tercatat panen mencapai 23 ton, sementara pada Maret mencapai 1.901,4 ton. Periode tersebut dikenal di kalangan nelayan sebagai masa dingkis balik. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO