Buka konten ini

BINTAN (BP) – Petugas Damkar Tanjunguban kewalahan menghadapi enam kebakaran yang terjadi di titik berbeda dalam satu hari, Senin (19/1). Luasan lahan yang terbakar mencapai puluhan hektare, diduga diperparah oleh cuaca panas dan angin kencang.
Seorang petugas Damkar Tanjunguban, Samsoel, menjelaskan regu piket pagi dan malam harus memadamkan api di beberapa lokasi.
“Dari dini hari sampai malam ada enam laporan kebakaran yang masuk dalam sehari,” ujarnya.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, sekitar pukul 00.36 WIB dengan luasan sekitar 1,5 hektare. Kebakaran kedua terjadi di lokasi sama pukul 09.00 WIB, namun api sudah padam saat petugas tiba sehingga hanya dilakukan pemadaman manual.
Kebakaran ketiga terjadi di Gang Durian, belakang dealer Yamaha, sekitar pukul 11.00 WIB, dan berhasil dipadamkan warga sebelum petugas Damkar tiba. Kebakaran keempat terjadi di Jalan Raya Tanjungpinang – Tanjunguban, Km 75, Desa Sebong Pereh, pukul 13.17 WIB.
Kebakaran kelima terjadi di Jalan Berdikari II sekitar pukul 15.10 WIB, sedangkan kebakaran keenam terjadi di Jalan Sekera pukul 19.25 WIB dengan luasan mencapai 4 hektare.
“Total enam laporan, empat langsung kami tangani, sementara dua lainnya ditangani warga dan petugas tanpa menurunkan armada,” jelas Samsoel.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kendala utama adalah keterbatasan armada dan personel.
“Kami hanya memiliki satu mobil Damkar dan satu mobil suplai air. Personel juga terbatas,” ujar Panyodi. Ia menambahkan, satu regu yang piket terkadang harus menangani tiga kebakaran berdekatan, sehingga hanya dua titik yang dapat ditangani secara optimal.
Wilayah kerja Damkar Tanjunguban yang meliputi tiga kecamatan juga menjadi tantangan tersendiri. Panyodi berharap Kecamatan Teluk Sebong memiliki unit Damkar sendiri untuk membantu menangani kebakaran di wilayah tersebut.
Ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau lahan, karena risiko kebakaran akan semakin tinggi, terutama di tengah cuaca panas dan angin kencang. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY