Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Aktivitas dunia usaha diperkirakan kian bergeliat pada awal 2026. Survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan kinerja bisnis pada kuartal I 2026 berpeluang meningkat, ditopang musim panen serta dorongan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), prakiraan saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal I 2026 mencapai 12,93 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal sebelumnya. Hal itu menandakan optimisme pelaku usaha terhadap perbaikan iklim bisnis nasional.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, kinerja kegiatan dunia usaha pada kuatal IV 2025 tetap terjaga positif dengan SBT sebesar 10,61 persen. “Capaian tersebut menunjukkan dunia usaha masih mampu bertahan di tengah dinamika perekonomian,” ucapnya Senin (19/1).
Mayoritas lapangan usaha mencatatkan kinerja positif. SBT tertinggi berasal dari jasa keuangan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.
“Kinerja tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun baru yang mendorong permintaan domestik,” ujarnya.
Dari sisi kapasitas, tingkat pemanfaatan produksi pada kuartal IV 2025 juga terjaga di level 73,15 persen. Kinerja itu terutama ditopang oleh lapangan usaha pengadaan listrik serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.
Selain itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum dinilai tetap sehat. Likuiditas dan rentabilitas terjaga, sementara akses pembiayaan dinilai relatif lebih mudah dibandingkan periode sebelumnya.
Optimisme berlanjut ke awal tahun. Responden SKDU memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93 persen. “Pendorong utama berasal dari lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring masuknya musim panen,” imbuhnya.
Sejumlah sektor lain juga diperkirakan tumbuh, antara lain industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI