Buka konten ini

BADAN Pengusahaan (BP) Tanjungpinang menargetkan masuknya lima investor baru pada tahun 2026. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Dompak–Senggarang sekaligus mendorong iklim investasi yang berkelanjutan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya, menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang informasi seluas-luasnya kepada publik dan calon investor.
“Kami akan terus berkomitmen membuka kesempatan yang selebar-lebarnya bagi para investor untuk mengelola dan mengembangkan kawasan FTZ di Dompak dan Senggarang,” ujar Cokky Wijaya, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, saat ini BP Tanjungpinang menjadi satu-satunya Badan Pengusahaan yang dapat bekerja sama secara langsung dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Dengan kewenangan tersebut, BP Tanjungpinang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik untuk Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri.
Lebih lanjut, pengembangan kawasan FTZ Tanjungpinang dirancang secara terintegrasi. Kawasan Dompak diproyeksikan sebagai pusat pengembangan, sementara Senggarang dikembangkan sebagai kawasan industri. Selain itu, perencanaan juga mencakup sentra bisnis, distrik perhotelan, rumah sakit, kawasan pendidikan, hingga perumahan.
“Pada 2025, realisasi investasi tercatat sebanyak lima perusahaan. Untuk 2026, kami menargetkan masuknya lima perusahaan baru sebagai bagian dari penguatan investasi berkelanjutan,” tambahnya.
Selain menggenjot pengembangan kawasan, BP Tanjungpinang juga aktif melakukan promosi investasi hingga ke luar negeri. Upaya ini dilakukan sejalan dengan agenda Kementerian Perdagangan guna menarik minat investor menanamkan modal di Tanjungpinang.
Sementara itu, Anggota II Bidang Pelayanan Terpadu BP Kawasan Tanjungpinang, M. Effendi, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pelayanan terpadu serta mempercepat proses perizinan agar realisasi investasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kami berkomitmen memberikan kemudahan kepada investor dan terus memperkuat sistem pelayanan terpadu,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY