Buka konten ini

LINGGA (BP) – Kondisi jalan yang menjadi akses penghubung masyarakat dari Dabo menuju Pelabuhan Jagoh kian memprihatinkan. Ruas jalan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, dilaporkan rusak parah akibat terus dihantam ombak laut.
Kerusakan jalan tersebut diketahui mulai terjadi sejak akhir 2022. Ruas jalan yang berada tidak jauh dari bibir pantai itu mengalami amblas akibat terjangan ombak cukup besar. Kondisinya semakin diperparah oleh banjir rob yang terjadi pada Desember 2025.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang semakin meluas, warga sekitar terpaksa bergotong royong mengisi pasir ke dalam karung dan menyusunnya di sepanjang titik jalan yang telah amblas sebagai penahan sementara.
Upaya darurat ini dilakukan karena saat ini Kabupaten Lingga telah memasuki musim angin utara. Pada musim tersebut, gelombang laut cenderung lebih besar sehingga dikhawatirkan terus menghantam badan jalan dan memperparah kerusakan.
Kepala Desa Lanjut, Abu Samah, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah rusak sejak akhir 2022 dan hingga kini belum ada penanganan perbaikan dari pemerintah.
“Setiap memasuki musim angin utara, jalan ini selalu mengalami kerusakan karena hantaman ombak yang cukup besar. Hingga akhir 2025 kemarin, kondisinya semakin parah,” ujar Abu Samah, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan, meski ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, namun usulan perbaikan tetap harus melalui Pemerintah Kabupaten Lingga.
“Meskipun menjadi wewenang pemerintah pusat, jika tidak diusulkan oleh Pemkab Lingga, maka perbaikan jalan ini tidak akan dilakukan,” jelasnya.
Abu Samah mengaku telah berulang kali mengajukan usulan pembangunan penahan ombak dalam setiap Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
“Seharusnya dibangun dulu penahan ombak, baru kemudian dilakukan perbaikan jalan. Kerusakan jalan ini jelas disebabkan oleh hantaman ombak, apalagi posisinya memang bersebelahan langsung dengan bibir pantai,” ungkapnya.
Namun hingga saat ini, usulan pembangunan penahan ombak tersebut belum juga terealisasi. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, pemerintah desa bersama warga akhirnya bergotong royong membuat penahan ombak sementara dari karung berisi pasir.
“Untuk sementara kami gunakan karung bekas yang diisi pasir sebagai penahan ombak. Kalau tidak dilakukan, lambat laun jalan ini bisa terputus dan akses lalu lintas masyarakat akan sangat terganggu,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY