Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Polda dan BNN Tingkatkan Kolaborasi Lawan Peredaran Narkoba di Kepri

BATAM (BP) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap menjadi fokus penanganan peredaran narkotika nasional. Letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara menjadikan wilayah ini rawan sebagai jalur masuk narkoba dari luar negeri. Kondisi ini mendorong penguatan sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Kepri.
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan Kepri merupakan wilayah strategis yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika.

”Kepri berada di wilayah perbatasan dan memiliki banyak titik masuk. Penguatan kerja sama dengan Polda Kepri dan seluruh stakeholder menjadi sangat penting,” ujar Suyudi saat kunjungan kerja di Mapolda Kepri, Jumat (16/1).
Ia menekankan, strategi penanganan narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Upaya pemberantasan harus berjalan seiring dengan pencegahan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Rehabilitasi menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.

Kami ingin masyarakat benar-benar pulih dan tidak kembali terjerumus. Pencegahan dan rehabilitasi harus diperkuat agar upaya pemberantasan menjadi lebih efektif,” katanya.
Selain itu, BNN mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, sebagai bekal hidup mandiri bagi mantan pengguna narkoba. Program ini akan ditindaklanjuti BNN Provinsi Kepri bersama instansi terkait.
”Upaya pemberdayaan masyarakat agar memiliki kemampuan melalui soft skill juga penting,” tegas Suyudi.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan Kepri menghadapi tantangan serius karena banyaknya pelabuhan, baik resmi maupun ilegal, yang potensial dimanfaatkan jaringan narkoba internasional.

”Ancaman ini nyata. Kepri adalah pintu masuk, baik melalui pelabuhan legal maupun pelabuhan tikus. Ini membutuhkan kerja bersama,” ujar Safrudin.
Kapolda menambahkan, Polda Kepri terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Bea Cukai, Korpolairud Polri, BNN, serta kerja sama lintas negara dengan Singapura dan Malaysia.

Menghadapi 2026, seluruh stakeholder sepakat meningkatkan intensitas penegakan hukum dan pengawasan di wilayah perairan serta jalur-jalur rawan penyelundupan.
Kami akan bekerja lebih optimal lagi. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam memerangi peredaran narkotika di Kepri,†tegas Safrudin. (*)

Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim