Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 20 peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2025 harus dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan setelah ditemukan indikasi penyakit yang sebelumnya tidak disadari dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Rujukan tersebut diberikan setelah pemeriksaan kesehatan menemukan sejumlah kondisi medis yang tidak dapat ditangani dalam layanan CKG dan memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis spesialis.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, mengatakan sebagian besar peserta yang dirujuk sebelumnya tidak merasakan keluhan kesehatan yang berarti. Penyakit baru terdeteksi setelah dilakukan skrining kesehatan secara menyeluruh.
“Rujukan diberikan karena ditemukan kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan yang tidak dapat dilakukan saat pelaksanaan CKG,” ujar Meldasari, Jumat (16/1).
Ia menjelaskan, jenis kasus yang dirujuk cukup beragam. Di antaranya satu kasus tumor jinak payudara dan satu kasus Fibroadenoma Mammae. Selain itu, ditemukan tiga kasus polip uteri, empat kasus Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) positif, serta satu kasus dugaan kanker serviks.
Dinkes Batam juga mencatat satu kasus sifilis, satu kasus gangguan tumbuh kembang anak berupa Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) disertai keterlambatan bicara, serta tujuh kasus gangguan jantung.
“Gangguan jantung yang ditemukan meliputi AV block dengan derajat tertentu, kelainan jantung, pembesaran jantung, ST elevasi pada pemeriksaan EKG, hingga bradikardia,” jelasnya.
Menurut Meldasari, temuan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala awal yang jelas. Karena itu, program CKG dinilai memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini berbagai penyakit, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Inilah pentingnya CKG sebagai skrining kesehatan masyarakat untuk mendeteksi penyakit sejak dini,” katanya.
Program CKG di Kota Batam telah berjalan hampir satu tahun dan menyasar seluruh kelompok usia. Dinkes Batam menetapkan jumlah sasaran CKG sebanyak 1.276.930 orang atau mendekati total populasi Kota Batam.
Dari jumlah tersebut, pendaftar melalui aplikasi ASIK tercatat sebanyak 203.874 orang atau sekitar 15,96 persen. Tingkat kehadiran dari pendaftar aplikasi mencapai 156.465 orang atau 76,69 persen. Selain itu, sebanyak 111.851 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui pendaftaran manual.
Berdasarkan kelompok usia, peserta CKG terbanyak berasal dari anak usia 7 hingga 12 tahun, seiring dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah. Jumlah tersebut disusul kelompok usia 13 hingga 15 tahun serta 16 hingga 17 tahun. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO