Buka konten ini

Deru mesin gokart memecah sore di Golden Prawn Bengkong. Di lintasan aspal yang menghadap laut terbuka, tawa anak-anak bercampur adrenalin orang dewasa—sebuah potret kecil dari denyut kawasan wisata yang nyaris tak pernah benar-benar tidur di sudut Kota Batam ini.
GOLDEN Prawn bukan sekadar tempat makan atau lokasi bersantai. Kawasan wisata terpadu ini telah lama menjelma menjadi ruang berkumpul lintas generasi, dari keluarga lokal hingga wisatawan mancanegara. Setiap akhir pekan, terutama, kawasan di pesisir Bengkong itu selalu dipadati pengunjung yang datang untuk satu tujuan sederhana, menikmati waktu bersama.
Dirancang sebagai destinasi hiburan keluarga, Golden Prawn menawarkan lebih dari sekadar deretan restoran seafood. Sejak pagi hingga malam, pengunjung dimanjakan pilihan kuliner dengan panorama laut yang terbentang lepas. Meja-meja makan menghadap air, angin laut berembus pelan, dan suasana santai menjadi paket yang sulit ditolak—baik untuk makan siang keluarga, temu sahabat, hingga makan malam romantis.
Namun, salah satu magnet utama kawasan ini justru datang dari lintasan balapnya. Wahana gokart menjadi satu-satunya permainan adrenalin yang tersedia di Golden Prawn dan bisa dinikmati semua kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bergantian mengenakan helm, memacu kendaraan kecil itu, dan sejenak merasa menjadi pembalap profesional.
Pantauan Batam Pos, Jumat (16/1) sore, kawasan Golden Prawn tampak dipenuhi pengunjung. Wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia, terlihat mendominasi keramaian. Mereka datang berkelompok, dipandu pemandu wisata, dan tak sedikit yang langsung menuju lintasan gokart.
Dedi Harun, salah satu pengunjung lokal, mengaku Golden Prawn sudah seperti destinasi wajib bagi keluarganya. Setiap kali libur kerja tiba, kawasan ini menjadi pilihan utama.
“Kalau libur, kami biasanya ke sini. Bisa bawa istri dan anak. Mau makan, mau main, semua ada di satu tempat,” katanya.
Cerita serupa datang dari pemandu wisata, Fahruk Sihombing. Ia menyebut, wisatawan Singapura yang didampinginya hampir selalu tertarik menjajal gokart. Sensasi balap dan harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri.
“Pilihan gokart-nya cukup banyak. Beginner Rp150 ribu, Express Rp200 ribu, Gokart Double Rp250 ribu bisa berdua, sampai Gokart Extreme ATV Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Durasi rata-rata sekitar 10 menit,” jelasnya.
Menurut Fahruk, wahana seperti gokart menjadi alternatif hiburan favorit bagi wisatawan yang enggan beraktivitas di pantai. “Kalau turis malas ke pantai, biasanya mereka pilih hiburan seperti ini,” ujarnya.
Saat matahari tenggelam, wajah Golden Prawn kembali berganti. Lampu-lampu kafe mulai menyala, musik mengalun pelan, dan anak-anak muda berdatangan. Secangkir kopi, obrolan ringan, serta hembusan angin laut menciptakan suasana malam yang hangat dan akrab. Tak heran, kawasan ini kerap tetap hidup hingga larut malam.
Di balik hiruk pikuk hiburan, Golden Prawn juga menyumbang peran ekonomi. Kehadiran kawasan wisata seperti ini dinilai turut menggerakkan sektor jasa pariwisata dan mendongkrak pendapatan daerah, terutama dari pajak dan aktivitas ekonomi turunan lainnya.
Pemerintah Kota Batam pun menatap tren ini dengan optimisme. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemko Batam menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,7 juta orang, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 1,5 juta kunjungan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardi Winata, menyebut pertumbuhan wisata Batam terus menunjukkan tren positif seiring bertambahnya destinasi dan ragam hiburan. Di kawasan seperti Golden Prawn, denyut pariwisata itu terasa nyata—mengalir bersama deru mesin gokart, aroma seafood, dan riuh tawa pengunjung yang datang silih berganti. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO