Buka konten ini

ASAP rokok tidak hanya membawa dampak buruk bagi mereka yang mengisapnya secara langsung. Zat berbahaya di dalamnya juga menjadi ancaman serius bagi orang-orang di sekitarnya yang terpapar tanpa merokok, atau dikenal sebagai perokok pasif.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih waspada terhadap paparan asap rokok dari pasangan maupun orang terdekat.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (11/1), Budi secara tegas menyampaikan pesan tersebut. Ia menekankan agar perempuan tidak mengabaikan risiko kesehatan yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok orang di sekelilingnya.
“Perempuan, termasuk anak perempuanmu sendiri, jangan anggap sepele. Jangan mau dengan pasangan perokok. Ini tanda bahaya besar. Dia yang merokok, tapi tubuhmu yang menanggung dampaknya,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, paparan asap rokok kerap terjadi tanpa disadari. Sisa asap rokok dapat menetap di udara, menempel pada pakaian, rambut, bahkan kulit, sehingga tetap berbahaya meski rokok sudah padam.
“Ketika seseorang menjadi perokok pasif, risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks meningkat hingga lebih dari 40 persen,” ungkapnya.
Menurut Budi, kedua jenis kanker tersebut sangat berisiko karena dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis dan berpotensi berujung pada kematian.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengajak perempuan yang memiliki risiko paparan asap rokok untuk memanfaatkan layanan deteksi dini kanker yang tersedia secara gratis di puskesmas.
“Pemeriksaan payudara secara klinis, USG payudara, hingga tes HPV DNA untuk deteksi awal kanker serviks bisa dilakukan gratis di puskesmas. Sayangi diri sendiri, manfaatkan layanan kesehatan yang ada. Salam sehat,” tutupnya.
Pesan Menkes ini menjadi peringatan bahwa asap rokok bukan persoalan sepele, melainkan ancaman nyata yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan dan masa depan perempuan.
Karena itu, kesadaran bersama sangat diperlukan, terutama dari perokok aktif. Jika belum mampu berhenti merokok, setidaknya hindari merokok di dekat orang lain dan lakukan di ruang terbuka.
Selain itu, perokok dianjurkan untuk mengganti pakaian serta mencuci tangan setelah merokok guna meminimalkan paparan zat berbahaya yang menempel pada tubuh dan pakaian. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO