Buka konten ini
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau menyatakan terdapat satu orang warga yang menjadi suspek atau diduga terinfeksi virus influenza A (H3N2) subklad K, yang belakangan dikenal sebagai super flu.
Suspek tersebut merupakan warga Kota Batam. Saat ini, sampel dari pasien tersebut telah dikirim ke Jakarta untuk memastikan apakah benar terinfeksi virus influenza A (H3N2) subklad K atau tidak.
“Baru satu, ini masih suspek awal. Sampelnya sedang kita kirimkan ke Jakarta,” ujar Kepala Dinkes Kepri M. Bisri, Rabu (14/1).
Bisri mengakui belum dapat memastikan kapan hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar. Namun, berdasarkan penelusuran awal, suspek merupakan warga Batam yang baru kembali dari ibadah umrah beberapa waktu lalu dan mengalami keluhan sakit.
“Usianya kurang lebih 60 tahun. Warga ini awalnya melakukan pemeriksaan di Batam,” tambahnya.
Bisri mengimbau masyarakat yang mengalami gejala flu agar tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, serta membatasi aktivitas di tempat umum guna mencegah penularan.
“Ini pada dasarnya sama seperti flu biasa. Namun, pada kelompok rentan, seperti lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, bisa berisiko menimbulkan komplikasi serius,” ujarnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kota Tanjungpinang, meski virus influenza tersebut dilaporkan telah menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia.
Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam menyampaikan bahwa pola penularan virus influenza A (H3N2) serupa dengan influenza pada umumnya. Namun, anak-anak dan lansia disebut lebih rentan tertular dengan cepat.
“Seperti flu biasa, hanya saja pada anak-anak dan kelompok rentan penyebarannya bisa lebih cepat,” pungkas Rustam. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY