Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Dua kelompok tani Sidomoro di Kelurahan Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, berhasil melakukan penanaman padi sekaligus memanen hasilnya. Meski lahan yang dimanfaatkan hanya seluas setengah hektare, hasil panen tersebut dinilai mampu membantu pemenuhan pangan keluarga.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun Sukrianto Jaya Putra membenarkan adanya kelompok tani di Moro yang memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan sawah padi.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Kami bersama Bupati Karimun turun langsung ke lokasi untuk melakukan panen bersama pada Selasa (13/1),” ujar Sukrianto.
Untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen padi ke depan, Sukrianto menyebut kelompok tani tersebut berencana menambah luas lahan tanam pada tahun ini. Jika rencana tersebut terealisasi, kelompok tani mengusulkan bantuan alat pertanian berupa traktor mini atau hand traktor kepada Pemerintah Kabupaten Karimun guna membuka lahan dan membajak sawah.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Moro, Rizhan Hariri, mengatakan panen padi yang dilakukan selama dua hari terakhir merupakan panen keempat bagi kelompok tani tersebut.
“Kelompok tani padi ini sudah cukup lama menanam dan memanen padi. Hanya saja, pada tiga panen sebelumnya hasilnya kurang maksimal karena benih yang digunakan berasal dari swadaya petani sendiri,” jelas Rizhan.
Namun, pada panen keempat ini, hasil yang diperoleh dinilai lebih baik. Hal itu didukung penggunaan benih padi bantuan dari pemerintah pusat serta pendampingan dan penyuluhan dari petugas pertanian.
Untuk jenis padi yang dipanen saat ini adalah padi gogo dengan varietas Cakrabuana Agritan.
“Dengan luas lahan sekitar setengah hektare, diperkirakan hasil panen mencapai 2 hingga 3 ton gabah kering,” ungkap Rizhan.
Ia menambahkan, kelompok tani tersebut juga telah memiliki mesin penggiling gabah sendiri. Dari sekitar 2 ton gabah kering, diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 1,2 ton beras.
“Jumlah ini sudah cukup untuk swasembada beras bagi kelompok tani. Bahkan, jika ingin dijual ke pasar juga sangat memungkinkan,” katanya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY