Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun mengusulkan perubahan harga eceran tertinggi (HET) beras premium kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Usulan ini muncul setelah mempertimbangkan kondisi geografis Karimun yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga biaya distribusi dan transportasi beras relatif lebih tinggi dibandingkan daerah daratan.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral, serta para distributor beras di Karimun.
Dalam rapat itu, seluruh pihak sepakat bahwa HET beras premium yang berlaku saat ini sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan HET beras premium saat ini ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram, mengacu pada Surat Kepala Bapanas Nomor 160/TS.02.02/K/5/2024 tertanggal 31 Mei 2024.
“Namun seiring perkembangan dan kondisi pasar, untuk Kabupaten Karimun HET tersebut dinilai sudah tidak sesuai. Karena itu, kami melaksanakan rapat koordinasi bersama distributor beras dan disepakati untuk mengusulkan HET beras premium di Karimun menjadi Rp16.600 per kilogram,” kata Sukrianto kepada Batam Pos, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, penyesuaian HET ini diharapkan dapat membantu kelancaran pasokan beras ke Karimun. Dengan HET yang lebih realistis, distributor memiliki ruang margin setelah memperhitungkan biaya transportasi, terutama bagi distributor yang mengambil pasokan dari Jakarta atau Pulau Jawa.
“Kalau HET tidak disesuaikan, distributor akan kesulitan. Harga beras di Jakarta atau Jawa sendiri saat ini juga sudah berkisar Rp15 ribu per kilogram. Sementara, masih ada biaya angkut laut dan distribusi ke pulau-pulau di Karimun,” ujarnya.
Menurut Sukrianto, usulan perubahan HET tersebut juga telah disampaikan kepada Bupati Karimun. Pemerintah daerah berharap Bapanas dapat menyetujui penyesuaian tersebut demi menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras premium di pasaran.
Selain itu, Sukrianto menambahkan, persoalan stok beras premium yang mulai menipis di sejumlah pasar juga akan menjadi pembahasan lanjutan. Isu tersebut dijadwalkan dibahas dalam pertemuan tingkat Provinsi Kepulauan Riau bersama Bapanas pada Kamis (15/1).
“Pertemuan nanti akan melibatkan Bapanas, kepolisian, Satgas Pangan, serta asosiasi distributor beras se-Indonesia. Harapannya, ada solusi bersama agar pasokan dan harga beras tetap terkendali,” pungkasnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : Gustia Benny