Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan di kawasan Amerika Latin menyusul penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Terbaru, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendesak Kuba untuk segera membuat kesepakatan dengan Washington, disertai ancaman akan memutus seluruh aliran minyak dan dana ke negara tersebut.
Desakan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial miliknya pada Minggu (11/1). Ia menyebut Kuba sebagai sekutu utama Maduro yang diculik oleh Amerika Serikat.
Unggahan bernada ancaman tersebut langsung memicu reaksi keras dari Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel. Ia menegaskan tidak ada pihak mana pun yang berhak memberi tahu Kuba tentang apa yang harus dilakukan negaranya.
Washington sendiri telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Kuba selama beberapa dekade. Namun, Trump disebut meningkatkan tekanan dalam beberapa hari terakhir.
Dalam peristiwa penculikan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, terjadi serangan kilat yang menewaskan puluhan personel pengamanan Presiden Venezuela. Disebutkan, sebagian personel keamanan tersebut merupakan warga Kuba.
Meski sekutu Maduro telah ditunjuk sebagai pemimpin sementara Venezuela, Trump mengklaim Amerika Serikat kini sepenuhnya mengendalikan Venezuela melalui blokade angkatan laut AS terhadap sektor minyak yang vital.
“Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang masuk ke Kuba—nol,” tulis Trump di platform Truth Social. Ia pun mengarahkan Kuba untuk segera menjalin kesepakatan dengan Amerika Serikat. “Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.
Trump menyebut selama bertahun-tahun Kuba hidup dari pasokan minyak dan dana yang berasal dari Venezuela. Sebagai imbalannya, Kuba disebut menyediakan “layanan keamanan” bagi dua pemimpin terakhir Venezuela.
“Kuba hidup selama bertahun-tahun dengan sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela.
Sebagai gantinya, mereka menyediakan ‘layanan keamanan’ bagi dua diktator Venezuela terakhir. Tapi sekarang tidak lagi,” kata Trump.
Ia juga menyinggung tewasnya warga Kuba yang menjadi bagian dari pasukan pengamanan Maduro. Menurut Trump, sebagian besar dari mereka tewas dalam serangan Amerika Serikat pekan lalu.
“Sebagian besar warga Kuba itu tewas akibat serangan AS pekan lalu, dan Venezuela tidak lagi membutuhkan perlindungan dari para preman dan pemeras yang menyandera mereka selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Namun, Trump tidak merinci bentuk kesepakatan yang diinginkannya atau tujuan akhir dari kesepakatan tersebut. Saat ditanya lebih lanjut pada Minggu, Trump, seperti dikutip AFP, mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia ingin menangani warga yang dipaksa keluar dari Kuba atau mereka yang meninggalkan negara itu di bawah tekanan.
“Yang terpenting saat ini, kami akan mengurus orang-orang yang datang dari Kuba, yang merupakan warga negara Amerika Serikat atau berada di negara kami,” kata Trump, tanpa menjelaskan secara rinci bagaimana hal itu akan diwujudkan melalui kesepakatan dengan Kuba. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK