Buka konten ini

NONGSA (BP) – Layanan transportasi laut penyeberangan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam, diperkuat dengan hadirnya armada baru. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Wira Loewisa resmi beroperasi melayani lintasan Batam–Mengkapan (Buton), Riau, dengan kapasitas lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap.
Pengelola kapal, Dermawan, mengatakan KMP Wira Loewisa merupakan kapal baru yang dihadirkan untuk menjawab tingginya permintaan penyeberangan di lintasan tersebut. Kapal ini berfungsi sebagai armada tambahan, bukan pengganti kapal yang telah beroperasi sebelumnya.
“Ini trip kedua dari Batam. Kalau dihitung total sudah trip ketiga, karena sebelumnya satu kali berangkat dari Mengkapan. Kapal ini memang kapal baru,” ujar Dermawan, Senin (12/1).
Ia menjelaskan, KMP Wira Loewisa memiliki kapasitas angkut hingga 450 penumpang sesuai Surat Keterangan Kelaiklautan Kapal (SKKK). Sementara untuk kendaraan, kapal ini saat ini mengangkut sekitar 40 unit kendaraan campuran dalam satu kali pelayaran.
“Di spesifikasi tertulis 40 unit kendaraan. Namun, secara kemampuan dek, kalau seluruhnya kendaraan kecil, bisa mencapai sekitar 70 unit,” jelasnya.
KMP Wira Loewisa melayani lintasan Pelabuhan Roro Telaga Punggur–Pelabuhan Mengkapan dengan jadwal keberangkatan pukul 14.00 WIB. Untuk sementara, pola operasional dilakukan secara bergantian berdasarkan tanggal genap dan ganjil.
“Selama Januari, tanggal genap berangkat dari Batam dan tanggal ganjil dari Mengkapan. Karena Januari berakhir di tanggal ganjil, maka pada Februari akan bertukar,” katanya.
Dari sisi fasilitas, kapal ini menyediakan beragam pilihan kelas penumpang, mulai dari ekonomi duduk, ekonomi tidur, hingga kelas bisnis tidur dengan fasilitas VIP. Untuk kelas bisnis tidur, satu kamar dilengkapi empat tempat tidur.
“Semua ruangan sudah ber-AC. Kami juga menyediakan area luar ruangan bagi penumpang yang ingin duduk santai atau sebagai area merokok,” ujar Dermawan.
Selain itu, KMP Wira Loewisa dilengkapi kantin, musala, ruang ibu menyusui, serta ruang kesehatan. Penumpang yang mengalami gangguan kesehatan selama pelayaran dapat memperoleh penanganan awal di ruang tersebut.
Terkait tarif, Dermawan menegaskan harga tiket tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Kehadiran armada baru ini tidak berdampak pada kenaikan harga tiket dasar.
“Harga tiket ekonomi tetap sama seperti kapal sebelumnya. Jika penumpang ingin naik kelas, bisa dilakukan di atas kapal dan tidak ada paksaan,” tegasnya.
Menurut Dermawan, pengoperasian kapal berkapasitas besar ini didasarkan pada hasil survei tingginya permintaan penumpang, terutama pada momen-momen tertentu seperti libur panjang.
“Kami melakukan survei saat tahun baru, Lebaran 2025, dan libur sekolah. Antrean di Mengkapan, terutama saat arus balik, sangat panjang. Karena itu kami mendatangkan kapal dengan kapasitas maksimal,” katanya.
Dengan beroperasinya KMP Wira Loewisa, kini terdapat dua unit kapal yang aktif melayani lintasan Batam–Mengkapan. Diharapkan, kehadiran armada baru ini mampu mengurai kepadatan penumpang dan kendaraan, sekaligus meningkatkan kenyamanan layanan penyeberangan.
General Manager ASDP Cabang Batam, Andri Kurniawan, membenarkan penambahan armada tersebut. Ia menyebut kehadiran KMP Wira Loewisa akan memperkuat layanan transportasi laut di Pelabuhan Roro Telaga Punggur.
“Sebelumnya, jadwal kapal roro ke Buton hanya dua kali dalam beberapa hari. Sekarang menjadi setiap hari karena sudah dilayani dua unit kapal,” jelasnya.
Berikut ini tarif tiket KMP Wira Loewisa Rute Batam–Mengkapan. Untuk penumpang dewasa mulai Rp138.500, anak-anak (<2 tahun) sesuai ketentuan, sepeda motor Golongan I mulai Rp164.000, sepeda motor > 500 cc/roda tiga golongan III mulai Rp550.000, mobil penumpang/minibus golongan IV A mulai Rp1.948.000, pick-up barang/double cabin golongan IV B mulai Rp1.782.000 serta bus kecil/ELF/travel golongan A, dan truk sedang golongan V B mulai Rp3.524.000. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO