Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Reklame berukuran besar yang membentang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SP Plaza, Sagulung, hingga kini masih terpasang dan belum tersentuh penertiban. Ironisnya, materi reklame tersebut rutin berganti setiap bulan, meski keberadaannya dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan pihaknya tengah menyusun jadwal penertiban lanjutan terhadap papan reklame tersebut.
“Untuk penertiban lanjutan masih kami susun jadwalnya. Rencananya memang setelah tahun baru, atau bulan ini,” ujarnya, Senin (12/1).
Imam menjelaskan, penertiban reklame dilakukan secara bertahap. Wilayah Sagulung menjadi sasaran lanjutan setelah sebelumnya penertiban digelar di sejumlah kawasan, seperti Batam Center, Lubuk Baja, dan Sekupang.
“Sampai saat ini penertiban sudah mencapai 99 persen. Seluruhnya akan kami tertibkan, termasuk reklame di JPO SP Plaza itu,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam saat ini juga tengah menyiapkan sistem serta model pemasangan reklame yang baru. Skema tersebut dirancang agar lebih aman, terukur, dan tertata, sekaligus menghindari risiko bagi pengguna jalan dan pejalan kaki.
“Ke depan, setiap pengusaha yang ingin memasang reklame wajib mengikuti aturan yang berlaku. Desain dan modelnya baru, tidak sembarangan, dan tidak membahayakan,” tegasnya.
Sementara itu, Rizal, salah seorang pedagang di kawasan SP Plaza, mengungkapkan bahwa keberadaan reklame di JPO tersebut kerap dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, reklame membuat jalur penyeberangan terasa sempit dan pengap, sehingga enggan digunakan pejalan kaki.
“Kalau mau menyeberang, orang malah langsung lewat jalan. Karena di dalam JPO jadi pengap,” ujarnya.
Ia berharap penertiban segera dilakukan agar penataan ruang di Kecamatan Sagulung dapat setara dengan wilayah lain di Kota Batam.
“Di wilayah lain sudah tidak ada reklame seperti ini. Di Sagulung justru mengganggu pengguna jalan,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO