Buka konten ini

JEDDAH (BP) – Musim ini memang tidak berjalan mulus untuk bomber FC Barcelona Robert Lewandowski. Striker 37 tahun yang akrab disapa Lewy itu kalah tajam dengan Ferran Torres sebagai deputinya. Ferran sudah mengoleksi 11 gol atau dua gol lebih banyak dari Lewy.
Namun, di final Supercopa de Espana, Senin (12/1), dalam laga berlabel El Clasico, Lewy mampu membuktikan pengalaman dan ketajamannya. Dia mencetak satu gol dalam 65 menit permainan untuk membantu Barca menang 3-2 atas Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi.
Gol Lewy pada menit keempat injury time babak pertama itu sekaligus menahbiskan kapten timnas Polandia tersebut sebagai ”sahabat” final Supercopa de Espana.
Bagaimana tidak, Lewy selalu mencetak gol dalam empat edisi final secara beruntun ( 2023, 2024, 2025, dan 2026). Dari keempat final itu, hanya sekali Lewy gagal membawa Barca memenangi final atau pada 2024. Barca keok 1-4 oleh Real kala itu.
Berbicara kepada Movistar+, Lewy enggan membahas kebiasaan golnya di final Supercopa de Espana.
Dia lebih suka membahas kemenangan Barca dalam ajang tersebut. Trofi pertama Barca musim ini.
’’Kami memenangi gelar ini dan yang terpenting: kami mengalahkan Real,’’ ucap Lewy yang total telah mengoleksi 6 gol dalam tujuh laga Supercopa de Espana.
Diakui Lewy, Los Merengues – julukan Real – menerapkan gaya bermain dengan garis pertahanan rendah kemarin untuk meredam lini serang Barca. Akan tetapi, dia dan rekan setimnya bisa bermain lebih sabar untuk meruntuhkan defense tersebut.
”Pengalamannya sangat penting bagi tim. Dia juga berpartisipasi dalam tekanan tinggi tim, melakukan kombinasi baik dengan rekannya, mencari ruang, dan melakukan pergerakan tanpa bola,” puji entrenador Barca Hansi Flick untuk Lewy di laman resmi klub. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO