Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Anies Rasyid Baswedan dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat yang akan digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, pada 17–18 Januari 2026. Kehadiran Anies menyedot perhatian publik karena forum tersebut akan menjadi momentum penentuan arah organisasi, termasuk wacana perubahan status menjadi partai politik.
Sebagai Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies diharapkan menyampaikan gagasan perubahan sekaligus memberikan arah perjuangan baru bagi para pengurus yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Rakernas perdana ini rencananya diikuti sekitar 600 peserta. Mereka terdiri atas pengurus pusat (DPP), dewan pakar, serta perwakilan pengurus wilayah (DPW) dari 38 provinsi dan pengurus daerah (DPD) dari 402 kabupaten/kota yang dipastikan memadati lokasi kegiatan.
Ketua Pelaksana Rakernas, Besli Pangaribuan, menyebut agenda tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi dan struktur organisasi.
“Rakernas ini akan dihadiri sekitar 600 peserta, terdiri atas 75 pengurus DPP, 25 anggota Dewan Pakar, perwakilan 38 DPW yang masing-masing diwakili ketua, sekretaris, dan bendahara, serta 402 ketua DPD kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Besli, Senin (12/1).
Soroti Krisis Ekologi Sumatera
Selain membahas agenda internal, Gerakan Rakyat juga mengangkat isu krisis lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya di wilayah Sumatera. Isu ekologi ini diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang terus berulang.
Juru Bicara Gerakan Rakyat, Sarifadilah (Sarai), menilai pengelolaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan menjadi penyebab utama meningkatnya ancaman bencana.
“Ancaman krisis ekologis di Indonesia sangat nyata. Salah satu penyebabnya adalah buruknya tata kelola serta rendahnya kesadaran para pembuat kebijakan dalam mengelola sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan,” ujar Sarai.
Menuju Partai Politik?
Isu yang paling menyita perhatian publik dalam Rakernas ini adalah pembahasan mengenai kemungkinan transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik. Keputusan tersebut akan ditempuh melalui mekanisme demokratis dengan menyerap aspirasi dari seluruh daerah.
Sarai menegaskan, Rakernas I akan menjadi forum penentu arah masa depan organisasi di kancah politik nasional.
“Rakernas ini akan menentukan apakah Gerakan Rakyat akan bermetamorfosis menjadi partai politik. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap perwakilan daerah untuk menyampaikan rekomendasi. Bagi kami, keputusan strategis harus diambil secara demokratis oleh rakyat yang diwakili pengurus dari seluruh Indonesia,” katanya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO