Buka konten ini

BATAM (BP) – NVIDIA memperkuat komitmennya dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui kolaborasi teknologi dengan Politeknik Negeri Batam, Kamis (8/1). Dalam kegiatan media briefing dan presentasi teknologi di kampus tersebut, perusahaan global itu memperkenalkan lini terbaru GeForce RTX 50 Series yang mengusung kemampuan pemrosesan kecerdasan artifisial (AI) secara lokal tanpa koneksi internet.
Kegiatan ini bukan sekadar demonstrasi teknologi, melainkan langkah strategis untuk memperluas literasi AI di lingkungan akademik, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga peneliti.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyebut perkembangan AI kini memasuki fase pemanfaatan yang lebih personal dan aman. Banyak layanan AI umum, katanya, masih bergantung pada cloud sehingga memicu kekhawatiran terkait privasi data.
“Solusi AI dalam GeForce RTX 50 Series dapat berjalan secara lokal di perangkat pengguna. Seluruh data interaksi tetap berada di PC pengguna, sehingga aman dari risiko penyaluran data ke server eksternal,” ujarnya.
Ia menegaskan, AI seharusnya tidak dipandang sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tugas, melainkan alat pendamping berpikir yang mendukung produktivitas.
“Talenta digital Indonesia harus memiliki pola pikir yang benar dalam menggunakan AI. Bukan untuk mengoutsourcing otak, tetapi untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berinovasi,” katanya.
Politeknik Negeri Batam menyambut kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset AI di lingkungan kampus. Kepala Jurusan Teknik Informatika, Ahmad Hamim Thohari, mengatakan AI telah menjadi sarana penting bagi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata.
“AI mendukung produktivitas, tetapi tetap memerlukan sentuhan manusia. Kolaborasi manusia dan AI justru meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan solusi atas masalah yang kompleks,” ujar Hamim.
Sekretaris Jurusan Teknik Informatika, Miratul Khusna Mufida, juga menekankan pentingnya literasi AI bagi generasi muda. “AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, mereka yang tidak memahami AI akan tergantikan oleh mereka yang melek AI. Karena itu, mahasiswa harus memahami bagaimana AI bekerja dan bagaimana memanfaatkannya,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah proyek mahasiswa Polibatam yang telah memanfaatkan AI, seperti aplikasi navigasi parkir dan deteksi pengendara tanpa helm, sistem deteksi korban bencana, penyaring sampah laut, hingga sistem seleksi perkawinan domba di peternakan lokal.
Melalui sesi workshop dan demonstrasi perangkat, NVIDIA menampilkan kemampuan GeForce RTX 50 Series berbasis arsitektur Blackwell. Seri ini dirancang untuk mempercepat komputasi paralel, simulasi, pemodelan data, hingga pengembangan aplikasi AI secara langsung dari laptop tanpa server.
Sejumlah keunggulan utamanya meliputi akselerasi hingga 45 kali lebih cepat untuk fine-tuning model AI, pengalaman gaming hingga 15 kali lebih cepat dengan dukungan ray tracing dan DLSS 4, pengerjaan konten kreatif hingga 10 kali lebih cepat melalui ekosistem NVIDIA Studio, fitur NVIDIA Broadcast untuk kebutuhan konferensi video dan produksi konten, serta teknologi AI lokal melalui TensorRT-LLM yang memungkinkan penggunaan large language model (LLM) tanpa koneksi internet.
Produk RTX 50 Series ini hadir pada berbagai lini laptop dan desktop mitra, seperti MSI, HP, Acer, Lenovo, hingga Axioo, serta GPU mandiri seperti MSI Ventus 2X OC dan Colorful iGame. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : PUTUT ARIYO