Buka konten ini

MEREKA yang besar pada dekade 1970-an kerap menyimpan kenangan tentang kehidupan yang berjalan lebih tenang, nyata, dan sarat makna. Segalanya berlangsung tanpa dering notifikasi, tanpa linimasa media sosial, serta tanpa ketergantungan pada layar sentuh.
Pada masa itu, hari-hari dijalani dengan irama yang berbeda—lebih sabar dan lebih berkesan. Dikutip dari ulasan rezeki dan hoki, Minggu (11/1), berikut delapan benda legendaris era 1970-an yang kini menjelma menjadi harta nostalgia.
1. Telepon Putar, Simbol Kesabaran dalam Berkomunikasi
Menghubungi seseorang lewat telepon putar bukan perkara instan. Setiap angka harus diputar satu per satu dan menunggu kembali ke posisi semula. Tak ada pesan singkat atau rekaman suara; hanya percakapan langsung dari hati ke hati. Karena harus berdiri di dekat pesawat telepon, perhatian pun sepenuhnya tertuju pada lawan bicara.
2. TV Guide, Penentu Jadwal Hiburan Keluarga
Majalah TV Guide menjadi pegangan penting bagi penonton televisi. Dari sanalah acara favorit disusun untuk sepekan ke depan. Tanpa fitur ulang tayang atau streaming, satu episode yang terlewat benar-benar hilang. Menonton TV pun terasa seperti agenda khusus yang dinanti.
3. Ensiklopedia, Mesin Pencari Zaman Lampau
Satu set ensiklopedia mencerminkan gengsi sekaligus semangat belajar. Informasi tentang berbagai topik dicari dengan membuka lembar demi lembar buku tebal. Walau tak selalu mutakhir, ensiklopedia adalah rujukan utama untuk tugas sekolah dan rasa ingin tahu.
4. Kaset dan Mixtape yang Sarat Perasaan
Merangkai mixtape membutuhkan waktu dan ketelatenan. Seseorang rela menunggu lagu favorit diputar di radio untuk direkam. Setiap kaset menjadi pilihan personal yang menyimpan emosi, lebih dari sekadar daftar lagu—ia adalah pesan diam-diam untuk penerimanya.
5. Rol Film Kamera, Menghargai Setiap Jepretan
Satu rol film hanya memuat puluhan foto. Karena itu, setiap bidikan dipikirkan matang. Hasilnya tak bisa langsung dilihat; perlu menunggu proses cetak. Kejutan foto buram atau momen tak terduga justru membuat kenangan terasa lebih hidup.
6. Peta Kertas dan Sensasi Bertualang
Sebelum GPS hadir, peta kertas menjadi penuntun perjalanan. Rute dirancang di atas meja, ditandai dengan pena atau stabilo. Tersesat bukan aib, melainkan bagian dari kisah perjalanan yang sering berujung pada penemuan tempat-tempat tak terlupakan.
7. Antena TV dan Perburuan Sinyal
Menikmati siaran televisi memerlukan usaha ekstra. Antena harus diputar, dinaikkan, bahkan dibungkus aluminium foil demi gambar yang jernih. Saluran yang terbatas membuat banyak orang menonton acara yang sama, menciptakan kebersamaan yang kini jarang dirasakan.
8. Piringan Hitam, Ritual Menikmati Musik
Memutar vinyl adalah pengalaman tersendiri. Piringan dibersihkan, diletakkan di pemutar, lalu jarum diturunkan perlahan. Musik tak sekadar terdengar, tetapi juga terasa—dengan bunyi retakan kecil sebagai pembuka momen istimewa.
Delapan benda ini menjadi saksi zaman ketika hidup berjalan lebih pelan, namun justru meninggalkan kesan yang mendalam hingga kini. (*)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO